CIANJUR

Seorang Guru Memukul Siswa,Ini Alasannya

×

Seorang Guru Memukul Siswa,Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

CIANJUR – Guru berinisial H di SMPN 1 Cibeber diduga telah melakukan tindakan kekerasan kepada tiga siswa yang terlambat ke sekolah untuk mengikuti upacara bendera pada hari Senin (19/03/2018) lalu.

Salah satu dari tiga siswa, AN (15) pelajar kelas 9I mengaku, dirinya pernah diperlakukan kasar oleh oknum guru. Ia mendapat pukulan di bagian kepala serta dijambak rambutnya oleh guru yang berinisial H.

Bank bjb Tandamata

Pemerhati Dunia Pendidikan Kabupaten Cianjur, Edi Efendi sangat menyayangkan adanya informasi kasus kekerasan yang masih terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, seorang guru harus lebih bijak dalam menghadapi anak yang kurang disiplin.

Bukan cara menampar, akan tetapi dengan cara pemberian tugas belajar seperti halnya anak diberi soal salah satu mata pelajaran dan jumlah soalnya tidak banyak hanya lima soal.

“Soal tersebut harus ia kerjakan di sekolah dan dibimbing oleh gurunya,” kata Edi.

Ia menambahkan, penamparan sudah masuk ranah fisik dan jelas tidak boleh dilakukan karena hal itu tidak membuat anak sebagai siswa akan menurut tapi sebaliknya si anak akan berpikir dan meniru yang akhirnya timbulah tawuran.

“Seharusnya hukuman diberikan berupa baris berbaris seperti dari lapang masuk ke ruang kelas masing masing atau PBBAB,” katanya.

Edi menegaskan, hukuman seharusnya tidak hanya berlaku bagi pelajar saja tapi ketika guru juga kesiangan atau terlambat masuk, sama harus dihukum dan tidak ada pilih kasih.

“Hukuman disuruh mencuci WC dipastikan baju anak tersebut akan basah terus kotor kena najis dan bau. Setelah itu ia masuk kelas, maka anak tidak akan nyaman belajar karena kondisi setelah membersihkan WC baju menjadi bau, maka si anak dikhawatirkan menjadi minder,” pungkasnya.

(radar cianjur/dil)