Pemkab Cianjur Resmi Cabut PTM, Pembelajaran Kembali Daring

Kadisdikbud-Kabupaten-Cianjur-Himam-Haris
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Cianjur, Himam Haris.

CIANJUR – Beredar sebuah pesan melalui aplikasi WhatsApp dari Kordik Cianjur tentang kebijakan pencabutan PTM 100 persen kepada sejumlah kepala sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), sedangkan untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) tidak dicantumkan.

Dengan pernyataan pertimbangan penyebaran Virus Corona Varian Umicron terus meluas ke berbagai kluster sehingga mulai Rabu tanggal 09 Februari Tahun 2022 kegiatan pembelajaran kembali diberlakukan secara daring sampai batas waktu tidak ditentukan.

Bacaan Lainnya

Selain itu pada isi surat tersebut juga tercantum mendahului surat resmi dari Disdikpora Kabupaten Cianjur berdasarkan arahan Bupati Cianjur H.Herman Suherman.

Kepala Dinas Pendidikan Himam Haris membenarkan isi pesan tersebut sebagai langkah menekan angka penyebaran virus omicron.

“Betul adanya, surat tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus varian baru Covid 19,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (08/02/2022).

Kasi kurikulum SD Disdikpora Cianjur M. Sidik juga membenarkan adanya imbauan PTM dicabut hingga batas waktu yang ditentukan.

“Yah betul, dengan imbauan tersebut dan ditujukan kepada Kepala sekolah SD,” kata Sidik.

Sementara itu Kasi kurikulum SMP Disdikpora Cianjur Silvi mengatakan, surat edaran resmi sedang dibuat.

“Surat edaran secara resmi sedang dibuat, himbauan secara keseluruhan baik tingkat SMP, SD dan TK,” kata Silvi

Silvi menambahkan, surat edaran akan resmi diberlakukan mulai 9 Februari 2022.

“Insyaallah surat edaran akan dibuat hari ini, dan berlaku mulai besok 09 Februari tahun 2022,” ujarnya.

Di sisi lain salah satu kepala sekolah SD Bojongherang Ucu Fatimah mengaku telah menerima pesan singkat melalui sebuah aplikasi.

“Sudah saya terima, besok sudah bisa di mulai penerapan metode daring,” ungkapnya.

Ucu menambahkan, pihaknya kecewa dengan adanya pencabutan PTM 100 persen, namun demi mencegah penularan Covid 19 atau Omicron ia tak keberatan.

“Ya, tentu kecewa, tapi yah bagaimana lagi. Kesehatan siswa paling utama harus diperhatikan,” pungkasnya (byu)

Pos terkait