CIANJUR – Satu keluarga di Kampung Bakom, Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, tertimbun bangunan rumah yang roboh akibat tertimpa tembok pembatas rumah setiggi empat meter.
Satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri Yayan dan Eti, serta dua anaknya, Murpitasari (11) dan Nazwa Mufita (4), sempat tertimbun selama beberapa puluh menit.
Saat dievakuasi, kedua anaknya ditemukan sudah meninggal dunia. Eti mengalami luka serius dan dibawa ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan pertolongan medis. Yayan diungsikan ke rumah tetangga karena hanya mengalami luka ringan.
Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo mengatakan kejadian itu berlangsung tiba-tiba. Satu keluarga yang berada di dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri. “Dua anak pemilik rumah meninggal dunia, istrinya menjalani perawatan di RSUD Cimacan,” katanya di Cianjur, Minggu (6/2).
Rudi menjelaskan bahwa ambruknya tembok pembatas rumah tersebut terjadi saat hujan turun deras lebih dua jam. Kemudian, tembok pembatas setinggi empat meter ambruk dan menghantam rumah di bawahnya.
Satu keluarga sempat tertimbun bangunan rumah yang nyaris rata dengan tanah. “Sukarelawan, aparat, dan warga setempat langsung melakukan evakuasi dengan alat seadanya,” katanya.
Sementara keterangan saksi mata warga sekitar, sempat mendengar suara dentuman yang cukup keras ketika tembok tinggi pembatas rumah itu ambruk menghantam rumah keluarga Yayan yang saat itu sedang berada di dalam dan tidak sempat keluar.






