Suara pukulan pun sering didengarnya. “Kalau makan juga dipaksa. Kalau enggak mau dipukul. Kalau sakit sering dikerokin pakai uang logam Rp500 -an,” katanya.
Ia menceritakan, sebelum meninggal korban sempat sakit muntah-muntah. Setelah sembuh, korban mengalami gangguan pencernaan. ’’Kasar, kalau sakit enggak mau makan dijejelin gitu,” ungkapnya.
Diduga pelaku sempat menelepon suaminya yang tengah bekerja sebelum anaknya meninggal. ’’Anak lu mau mampus gini, lu malah main-main. Lu enggak mau lihat anak lagi,” kata dia menirukan perkataan ibu korban yang sedang menghubungi suaminya.
Tetangga lainnya, Marino (50) mengaku melihat adanya luka lebam di sekujur tubuh korban yang diduga akibat dianiaya ibunya sendiri. ’’Pas saya lihat jenazahnya ada luka lebam, biru – biru gitu badannya. Ada di wajah, mulut, jidat, badan, punggung sama di paha biru semua,” katanya.
Komisioner KPAI Kota Bekasi, Sopar mengatakan, pihaknya berencana melakukan pendampingan kepada korban. ’’Kita akan berkordinasi dengan kepolisian,” ucapnya di rumah korban.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan adanya bayi meninggal yang diduga dianiaya ibu kandungnya sendiri.





