Menurut Murni, setiap pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Hal itu ia sadari ketika seorang pelaku bertugas melihat-lihat tas di sisi kiri toko, pelaku lainnya melihat kondisi toko, dan si ibu yang diperkirakan otak pencurian bertugas mengambil tas dari rak toko.
“Jadi tidak semua langsung melakukan pencurian, mereka bagi-bagi tugas. Kalau saya kan fokus ke pelaku yang satu, soalnya dia tanya warna dan harga tas. Si ibu itu yang ambil barang. Kalau anak kecil yang mereka bawa bikin ribut di toko,” tuturnya.
Cukup lama para pelaku melakukan tawar menawar sambil melancarkan aksinya, kemudian satu persatu meninggalkan toko. Saat kondisi toko sudah mulai sepi, dirinya menyadari ada dua tas yang hilang dari tempatnya. Melihat pada CCTV yang ada di toko tersebut, seorang pelaku mengambil tas lalu mengoper tas curian itu ke pelaku lainnya yang kemudian buru-buru keluar dari toko.
“Saya sadar itu waktu mau membereskan tas yang sudah dilihat pelanggan. Saya minta cek CCTV ke bos, ternyata memang mereka pelakunya. Jelas sekali kalau si ibu pegang tas dari rak di toko,” tandasnya.
[nie]



