BANDUNG

Citarum Cemar Berat

×

Citarum Cemar Berat

Sebarkan artikel ini

Dalam kesempatan itu, Doni juga memaparkan soal kondisi kotornya Sungai Citarum saat ini. Hasil kajian jajarannya, saat ini sungai tersebut bak sebuah tempat pembuangan kotoran terbesar. Kata dia, setiap harinya sekitar 20.462 ton beragam jenis sampah dibuang ke sungai tersebut. Dari jumlah sampah itu, 71 persen di antaranya tidak bisa diangkut ke daratan.

“Sampah yang dibuang ke Citarum berbagai ragam,” ucap Doni.Adapun sampah yang terdapat di aliran Sungai Citarum ini, yakni dari mulai sampah rumah tangga, limbah pabrik, sampai limbah medis. Bahkan, selain ceceran limbah medis, di sungai ini pun terdapat potongan tubuh manusia dan kantong darah terinveksi HIV/AIDS.

Bank bjb Tandamata

Tak hanya itu, bangkai-bangkai hewan juga sudah banyak yang dibuang ke sungai yang menjadi sumber kehidupan warga Jabar ini. Maka sangat wajar, jika saat ini kualitas air di sungai terbesar di Jabar ini menurun. Bahkan, kondisi ini pun sudah berlangsung dari hulu sampai hilir.

Menurutnya, air Citarum sebenarnya sudah tak layak konsumsi. Sebab, tak hanya bermacam-macam limbah, kandungan logam berat seperti merkurinya pun sudah sangat tinggi. Belum lagi, bakteri e-coli dan lainnya. Makanya, tak heran jika Presiden Joko Widodo langsung turun tangan menyikapi problem tersebut. Menurutnya, penanganan Citarum ini, memang harus dari hulu ke hilir. Tidak bisa ditangani sendiri. Perlu ada kesadaran masyarakat juga.

Termasuk, kata dia, 50 persennya harus ditangani secara hukum. Supaya, ada efek jera dan sanksi yang tegas. Jika tidak begitu, maka penanganan Citarum tak akan beres sampai kapan pun. Pemerintah menargetkan, program Sungai Citarum bersih ini akan selesai dalam tujuh tahun kedepan.

Diharapkan, kedepan hulu Citarum akan kembali hijau. Hutan lindung dan hutan konservasinya akan kembali terjaga. Mata airnya juga akan kembali hidup.

Selain itu, sambung dia, kedepan tidak ada lagi rumah tangga, pabrik-pabrik dan rumah sakit yang sembarangan membuang limbahnya langsung ke sungai. Sedangkan, untuk mengatasi erosi di sepanjang bibir sungai, pemerintah akan menanam pepohonan. Targetnya 125 juta pohon akan ditanam di sepanjang bantaran sungak. Supaya DAS Citarum hijau kembali. [bon]