Beberapa tahun terakhir, banyak artis di Indonesia mulai merambah ke bisnis kuliner seperti kue bolu yang dibuka di setiap kota di seluruh Indonesia.
Bahkan para artis pun juga langsung mengklaim, jika kue brand-nya merupakan kue khas dari masing-masing daerah.Tren usaha kuliner bolu artis ini juga tidak kalah menarik, dengan usaha kuliner buatan para pelaku UMKM di Sukabumi.
WIDI FITRIA, Sukabumi
Wanita bisa masak itu biasa, tetapi wanita pintar memasak itu luar biasa. Apalagi kelebihannya itu dijadikan modal, untuk berwirausaha. Seperti yang dilakukan ibu yang satu ini.
Adalah Miranty Permata (36), wanita berhijab asal Rambai Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini sukses dengan usaha kue bolunya yang diberi nama Bolu Susu Sukabumi.
Sebelumnya, Miranty juga pernah mengalami kegagalan dalam membuka usaha kuliner. Namun kini, bersama Bolu Susu Sukabumi bisnisnya semakin meroket.Dalam sehari ia mampu menerima pesanan bolu 30-50 boks.
Miranty mengaku awalnya ia hanya iseng memposting bolu susu buatannya ke media sosial, namun tidak disangka jika postingannya tersebut banyak direspon warganet dan tidak tanggung-tanggung ada yang menanyakan harga kue bolunya. Padahal, awalnya kue bolu susu itu untuk konsumsi keluarga bukan untuk dijual.
“Karena emang awalnya aku di kue kering, biasanya pesanan untuk kue Lebaran, terus iseng bikin kue bolu susu karena lagi trend waktu itu, ternyata banyak yang order,” terang lulusan perhotelan di bidang kuliner di Bogor ini kepada Radar Sukabumi, Kamis (4/10).
Memiliki bakat dibidang memasak dan membuat kue, ternyata dimanfaatkan Miranty untuk berdagang. Berbagai usaha di bidang kuliner pernah dicoba hingga akhirnya kini terfokus berbisnis kue bolu susu yang diminati penggemar.
Produknya tidak hanya menjadi konsumsi warga lokal, tetapi juga sudah dijual ke berbagai kota seperti Jakarta dan wilayah Jabodetabek.”Alhamdulillah untuk pesanan hingga luar kota, karena selain lewat online pemasarannya, juga melalui reseller yang tersebar di wilayah Sukabumi dan Jakarta,” ucapnya.
Bolu ini memiliki banyak varian rasa. Ada original, cokelat, greentea, strawberi dan taro. “Original Rp35 ribu dan all varian rasa Rp37 ribu per boks,”imbuhnya.
Meski sempat beberapa kali gagal dalam berbisnis sehingga membuatnya rugi besar, namun hal tersebut tidak menggoyahkan dia untuk tetap berbisnis. Niat dan semangatnya untuk menjadi seorang wirausaha muda, terus dijalankan.
“Gagal dalam berbisnis adalah hal biasa, namun saya percaya jika terus dijalankan dengan tekun dan sabar semuanya akan membuahkan hasil yang positif,”tandasnya.(*)



