Legiman terjaring razia bersama tiga pengemis lain. Semua mengaku rata-rata bisa membawa pulang uang Rp 100 ribu dalam sekali operasi. Imam Rifai, sekretaris yang mewakili Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santoso, mengungkapkan, empat pengemis tersebut dijaring dari daerah Lawet dan Puri. ”Kami juga temukan, ada yang sudah mengantongi uang receh Rp 685 ribu. Itu katanya sepi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Para pengemis yang diamankan itu kemudian dijemput keluarga masing-masing. Dengan jaminan surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Data yang tercatat di satpol PP pun sebatas nama Legiman dan alamat di Desa Ngawen tersebut. Saat diinterogasi, Legiman mengaku tak membawa kartu identitas.
Karena itu, selain mencari ke desa yang disebut sebagai kampung asal, Jawa Pos Radar Kudus berusaha menelusuri tempat Lek Man Ceker biasa mangkal. Antara lain, perempatan Puri depan GOR Pesantenan, Pati. Namun, pengemis tersebut tak tampak. ”Sabtu pagi biasanya memang di sini. Daerahnya banyak, selain di sini, juga ke pasar-pasar,” kata seorang pengemis di depan GOR Pesantenan yang enggan disebutkan namanya.
Saat ditanya alamat rumah Legiman, dia mengaku hanya tahu bahwa pengemis tersebut berasal dari Desa Ngawen. Selebihnya, dia tidak mengenal. Pencarian dilanjutkan ke perempatan Lawet, Bleber, dan Rogowangsan. Namun, dari tiga tempat tersebut, hanya ada dua pengemis di perempatan Rogowangsan. Seorang anak dan ibunya.
Penelusuran diteruskan dengan berusaha mencari Lek Man Ceker di Pasar Rogowongso. Namun, hasilnya juga nihil. ”Kalau ngemis, dia memang terkenal ngoyo. Pendapatannya banyak, tasnya juga selalu penuh,” kata pengemis di depan GOR Pesantenan itu.
Menurut Imam, di antara empat pengemis yang terciduk, tiga orang berasal dari luar Kabupaten Pati. Hanya Legiman yang mengaku sebagai warga Pati. Dia menduga, bagi mereka, mengemis adalah pekerjaan ”profesional”. ”Kami tambah yakin saat menggelar razia tempat kos. Ada tempat kos yang diakui sang pemilik memang menjadi kantong para pengemis dan pengamen yang beroperasi di wilayah Pati,” tutur Imam.






