Anak keenam KH Ma’ruf Amin, Ahmad Muayyad (40), mengatakan, cukup terkejut saat ayahnya diumumkan sebagai cawapres mendampingi capres Joko Widodo. “Saya tahu Abah jadi cawapres di TV, tidak ada firasat apa-apa kalau Abah mau nyalon. Kalau kepada saya mah Abah tidak ngomong kalau mau nyalon cawapres, tidak tahu kalau kepada anak-anak lainnya.” katanya saat ditemui di kediamannya di Kompleks Pesantren An-Nawawi, Jumat (10/8).
Kata Muayyad, keluarga senang mendapatkan kabar itu. “Saya bersyukur terutama keluarga. Saya juga berterima kasih kepada Allah Swt yang memercayai Abah,” katanya.
Muayyad bersama kakaknya Ahmad Syauqi menetap di Pesantren An-Nawawi sebagai pimpinan pesantren. “Bagi saya yang penting Abah diberi kesehatan, juga diberikan kemudahan dalam menghadapi rintangan. Mudah-mudahan juga Abah terhindar dari fitnah yang saat ini sedang marak di media sosial. Kami sebagai anak, hanya men-support dan mendoakan Abah, semoga yang terbaik bisa menjadi milik Abah,” ucapnya.
Disinggung soal ulama terjun ke ranah politik, Muayyad menegaskan, tidak khawatir jika orangtuanya terjun pada politik. Ia merasa yakin orangtuanya bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. “Dari dulu kan ulama sudah terjun ke politik. Saya tidak khawatir kalau Abah terjun ke politik karena memang ulama dari dulu ada yang ikut politik,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Abah datang ke pesantren ini sudah terjadwal rapi. Seminggu sekali mengajarkan kitab kuning kepada santrinya. Santri sering diajarkan Tafsir Jalalain. Biasanya pengajaran dilakukan setelah salat Subuh sampai dengan pukul 07.00 WIB. “Saat ini jumlah santri kurang lebih 1.000 orang. Pesantren ini berdiri tahun 2001,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pesantren An-Nawawi Tanara tidak hanya mengusung pesantren salafi, tetapi juga terdapat sekolah agama mulai madrasah ibtidaiyah (MI) hingga perguruan tinggi. “Para santri bisa bersekolah juga, tidak hanya mendapatkan ijazah pesantren salafi para santri juga mendapatkan ijazah sekolah supaya bisa melanjutkan sekolahnya,” terangnya.



