Dari awal usaha tersebut, Ibu warga Gading Regency, Karang Tengah, Gn. Puyuh, Kota Sukabumi, terus ditekuni sehingga sampai sekarang. Lewat kerja keras karyanya mendapat dipesan seluruh Indonesia, melalui media sosial.
“Cara memasarkannya secara online dan offline pasar online pun alhamdulilah sudah mencakup seluruh Indonesia terkadang mengirim ke papua, sulawesi, maluku tetapi pasar terbanyak ada di pulau jawa. Semua biaya pengiriman ditanggung pembeli sehingga hanya mengeluarkan biaya pembuatannya saja,” kata Anna.
Untuk membuat bross Anna mengaku dibantu oleh teman-teman. Terkait harga bross dagu yang dibikin anna relatif murah untuk harga eceran mulai Rp17 ribu sampai Rp30 ribu sedangkan untuk harga grosir mulai Rp13 ribu hingga Rp25 ribu. “Saat ini saya belum punya karyawan tetapi ada yang bantu ya orang-orang terdekat untuk membuat bros sistemnya dikerjakan dirumah,” ucapnya.
Menurut Ibu dari dua orang anak, bisnis yang digeluti tersebut hasilnya cukup lumyan jika sedang ramai pesanan seperti sekarang ini omzet bisa mencapai Rp5 juta sedangkan jika lagi sepi rata-rata penghasilan bisa mencapai Rp3 juta per bulan. “Saya masih terus mengembangkan ide kreatif ini dan mengeluarkan bentuk-bentuk terbaru setiap harinya agar produk saya bisa diterima konsumen,” pungkasnya. (*/d).



