’’Nah, dari situ awalnya aku bekerja di salon. Itu sekitar 1998. Dua tahun aku bekerja di Jhony Salon,’’ ujarnya.Pria kelahiran Malang, 4 Agustus 1976, tersebut mengatakan, awalnya dirinya bekerja di salon untuk mencari pengalaman.
Namun, banyak apresiasi yang diterimanya selama bekerja di berbagai salon. Akhirnya, pada 2000 Wawan memberanikan diri membuka salon sendiri.
’’Masih kecil-kecilan. Namanya ya Wawan Salon gitu saja, simpel kan,’’ katanya, lalu tertawa.Meski demikian, Wawan masih bekerja di salon lain untuk menambah ilmunya.
Baru pada 2004, dia benar-benar mengelola salon miliknya. Dari salon itulah, nama Wawan makin terkenal. Jumlah salonnya pun bertambah menjadi tiga. Hingga saat ini, tiga salon tersebut masih beroperasi.
Sadar membutuhkan sertifikat kecantikan agar lebih maju, Wawan pun bersekolah lagi.’’Saya mulai keranjingan dengan dunia ini. Ya akhirnya karena passion sudah ketemu, saya maunya all-out,’’ imbuhnya.
Dia pun lulus dan mendapat gelar sarjana seni rupa dari Universitas Adi Buana. Kemudian, Wawan memiliki ide membuat aksesori rambut dari bahan daur ulang yang malah menjadi poin plus karyanya.



