“Offline dan online itu cara menjual saja. Memang ada yang buat online sendiri. Atau gabung dengan marketplace,” ujarnya.
Tutum menambahkan, saat ini pengusaha ritel juga mengikut perkembangan teknologi. Munculnya fintech, atau pembayaran secara online juga diadaptasi. “Sekarang ritel juga menerima pembayaran fintech. Seperti Go Pay dan sebagainya,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Center of Reform on Economy (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, pangsa pasar ritel yang bukan online masih tetap tinggi. Apalagi tidak semua barang bisa dijual online. “Contoh, barang elektronik pada umumnya, orang mau lihat langsung dan coba,” ujarnya.
Faisal menambahkan, bisnis online saat ini masih di bawah 3 persen. Walaupun pertumbuhannya di atas 20 persen.”Namun, saat ini toko offline juga sudah punya online. Seperti Matahari juga punya online. Selain punya outlet fisiknya, juga online sebagai etalase digital,” pungkasnya.
(dai)



