Tekanan terhadap Rupiah juga datang dari meningkatnya kebutuhan Dolar di dalam negeri, terutama pada musim pembagian dividen perusahaan kepada investor asing.
“Permintaan Dolar tinggi sementara pasokan terbatas. Ini yang membuat Rupiah kemungkinan besar akan tembus di level Rp18.000,” pungkas Ibrahim.(*)






