Stabilisasi dilakukan ketika pasar menunjukkan dana sedang bergerak ke luar. BI juga terus menentukan strategi kapan waktu yang tepat untuk masuk di pasar sekunder.
Lelang FX swap dilakukan tiga kali seminggu, dari biasanya hanya sekali seminggu ketika pasar dalam keadaan normal.
Menurut Nanang, sentimen yang ada masih seputar kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang AS dengan Tiongkok.
Harga minyak dan perkembangan laju ekonomi di negara-negara maju juga terus dipantau BI.
Hal-hal tersebut tidak hanya menjadi perhatian BI, tapi juga bank-bank sentral di negara berkembang pada umumnya.
(rin/c22/fal/pojoksatu)





