Lukman menambahkan, kebuntuan politik di Washington dan ekspektasi bahwa Fed akan mengerem suku bunga terus membebani Dolar.
“Minat terhadap Dolar akan semakin menurun apabila data ekonomi yang mengecewakan status safe haven mata uang ini,” imbuhnya.
Lukman mengingatkan, isyarat melambatnya pertumbuhan global akan terus memengaruhi pasar berkembang, termasuk Indonesia,” tuturnya.
“Dari aspek teknikal, rupiah terhadap dolar AS tampak kembali menguji 14.000 jika Dolar terus melemah,” tandasnya.
(rom)





