EKONOMI

Penjahit Konveksi di Kota Sukabumi Mulai Kebanjiran Order  Jelang Tahun Ajaran Baru

×

Penjahit Konveksi di Kota Sukabumi Mulai Kebanjiran Order  Jelang Tahun Ajaran Baru

Sebarkan artikel ini
Dewi pemilik Konveksi Fuji Collection
Dewi pemilik Konveksi Fuji Collection di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi

SUKABUMI – Menjelang tahun ajaran baru tahun 2024/2025  sejumlah toko kebutuhan sekolah mulai dibanjiri konsumen. Tak  terkecuali bagi pelaku usahan konveksi yang mengaku mendapat  berkah dengan kebanjiran order.

Seperti diungkapkan Dewi pemilik konveksi Collectionyang  beralamat di Jalan Lamping, Gedong Panjang, Kecamatan  Citamiang Kota Sukabumi mulai mendapat pesanan untuk  pembuatan baju olahraga dan muslim untuk para peserta didik baru  tahun ajaran 2024/2025.

Bank bjb Tandamata

“Untuk sekarang memang ada peningkatan dibanding bulan  biasanya, tetapi memang belum terlalu ramai, biasanya ramai itu di  bulan Agustus dan September,” terang Dewi.

Adapun pesanan biasanya berupa baju seragam, olahraga, baju  muslim dan batik dan pesanannya pun bervariatif seperti untuk  siswa SD, SMP hingga SM.

“Alhamdulilah untuk langganan setiap tahun kita ada, kadang ada  juga langganan baru. Untuk sekolah bukan hanya dari Kota Sukabumi tetapi juga dari Kabupaten Sukabumi,” ucap Dewi yang sudah membuka usaha konveksinya sejak tahun 2000 tersebut.

Untuk harga, diakui Dewi tahun ini tidak ada kenaikan, harga yang ditafsirnya pun berbeda-beda tergantung dari bahan dan variasinya.

“Harga itu paling murah biasa kita Rp70 ribu per baju dan paling mahal itu sekitar Rp80 ribuan tergantung dari bahan dan model variainya yah biasanya semakin bagu bahan dan semakin banyak variasinya itu semakin mahal harganya,” imbuhnya.

Untuk saat ini, Dewi mengaku mengerjakan pesanannya sendiri  lantaran tidak terlalu banyak, tetapi jika pesanan membludak biasanya ia pun memperkerjakan orang lain untuk membantu.

“Sekarang pesanannya sedikit baru beberapa tetapi biasanya pengalaman yang sudah-sudah itu ramainya di Agustus September, suka banjir pesanan bahkan sampai kewalahan dan kalaiu ramai suka tambah pekerja,” pungkasnya. (wdy)