Harga Lokak, nanas goreng di bandrol Rp 15 ribu per bungkusnya. Pertama kali mempromosikan Lokak nanas goreng, mereka lakukan melalui sosial media. Tidak disangka respon dari masyarakat di luar dan dalam provinsi sangat bagus.
Banyak yang bertanya dan penasaran mengenai produk yang mereka kemas. Dalam dua minggu pertama produk ini dipasarkan, telah berhasil terjual ribuan picis. Mereka mengatakan, omset pada bulan pertama mereka telah menyentuh angka puluhan juta.
“Iya , banyak yang kepo, pada tanya apa itu nanas goreng, kok bisa nanas digoreng, penasaran rasanya, pokoknya responnya positif,” terangnya.
Produk ini telah tersebar dari Aceh hingga Papua. Paling banyak pemesanan dari Jawa dan Sumatera, seperti Aceh, Bandung, Bogor, dan Lampung. Di Jambi produk ini sudah masuk ke rumah oleh-oleh Tempoyak dan Jakoz.
Sekarang pun akhirnya mereka mulai menaikkan jumlah produksi dan membeli mesin packaging otomatis untuk mempercepat produksi dan memenuhi banyak permintaan pasar.
“Kita rencana mau masukan produk ke swalayan swalayan besar, tetapi belum bisa karena terbentur Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), tetapi sekarang masalah tersebut sudah dipecahkan dan kita sudah memiliki PIRT yang baru,” ujar gadis berkulit putih tersebut.



