EKONOMI

Melihat Produk Nanas Goreng Merk Lokak,, Jadi Oleh-Oleh Hingga ke Negara Swiss

×

Melihat Produk Nanas Goreng Merk Lokak,, Jadi Oleh-Oleh Hingga ke Negara Swiss

Sebarkan artikel ini

Aulia mengatakan, dalam sehari petani nanas bisa memanen hingga 100 ribu buah. Sedangkan buah yang bisa diekspor hanya hanya 70000 buah, sisanya banyak yang terbuang dan hanya sedikit yang dapat diolah.

“Setiap rumah tangga di Tangkit memiliki kebun nanas sehingga produknya sangat melimpah di sini. Petani selama ini pasrah, kalo laku Alhamdulillah, kalo nggak laku ya sudah, kan sayang,” tuturnya.

bank BJB

Hasil yang melimpah, belum banyak orang yang memanfaatkan hal tersebut. Hanya segelintir saja yang membuat nanas goreng. Ia dan kedua temannya juga survei ke masyarakat, ternyata banyak masyarakat Jambi yang belum tahu tentang produk olahan seperti nanas goreng.

“Banyak muda yang belum tahu apa itu nanas goreng karena itu kita bertiga mengangkat nanas goreng. Kita ingin memperdayakan petani nanas dan jika banyak pesanan mereka juga bakal menyerap tenaga baru,” katanya.

Ia menceritakan, sudah dari tahun 2016 saat bulan puasa mereka menyusun proposal mengenai usaha pengemasan ini. Dengan modal awal Rp 7 juta dan bantuan dari Universitas Jambi (UNJA) sebesar Rp 8-Rp 10 juta melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), usaha mereka tewujud dan berjalan sampai sekarang.

“UNJA memiliki program mahasiswa wirausaha, kebanyakan itu menggunakan dana yang didapat sekedar untuk laporan saja, kita tidak ingin bantuan dana ini jadi sia-sia. Maka terwujud la merek Lokak, nanas goreng. Kita juga ingin lokak memiliki tidak hanya nanas goreng, produk lainnya juga,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *