EKONOMI

Mau Investasi SBR Atau Deposito?

×

Mau Investasi SBR Atau Deposito?

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

Sedangkan Kekurangan deposito, yaitu bunga bisa tetap atau mengambang tanpa kupon minimal, pencairannya sesuai jangka waktu yang ditentukan, deposito kena pajak 20 persen atau lebih tinggi dari SBR yang hanya 15 persen, pembayaran bunga di akhir periode jatuh tempo, dan ada denda jika menarik dana deposito sebelum jatuh tempo.

Bank bjb Tandamata

Investasi SBR dan deposito bisa disesuaikan dengan bujet atau kemampuan finansial Anda. Akan tetapi, minimal untuk menanamkan modal di instrumen investasi SBR sebesar Rp1 juta, dan maksimal Rp3 miliar. Sama halnya, untuk investasi di produk deposito setoran awal paling kecil Rp1 juta. Tapi tergantung kebijakan masing-masing perbankan.

Saat ini, investasi SBR005 yang baru dirilis pemerintah menawarkan bunga 8,15 persen. Kupon ini mengambang dengan kupon minimal sampai jatuh tempo 10 Januari 2021 (2 tahun). Imbal hasil dibayarkan tanggal 10 setiap bulan dan pembayaran perdana 10 Maret 2019.

Artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) setiap 3 bulan sekali. Kalau suku bunga acuan BI turun 25 basis poin, maka bunga SBR tetap 8,15 persen, tidak akan ikut merosot. Tapi jika naik 25 basis poin, kupon SBR malah mendaki jadi 8,40 persen.

Sebelum masa jatuh tempo di 10 Januari 2021, Anda bisa memanfaatkan pencairan atau early redemption, baik sebagian maupun seluruh dana jika sewaktu-waktu membutuhkan uang. Fasilitas pencairan ini hanya dapat dilakukan mulai 27 Januari sampai 4 Februari 2020. Investor yang bisa menarik dananya harus memiliki SBR005 sebesar Rp2 juta di setiap agen penjual. Jumlah maksimal pencairan pun tidak bisa semuanya, hanya 50 persen dari total kepemilikan SBR investor.

Sedangkan bunga deposito umumnya berkisar 4-7 persen sesuai dengan tenor dan nilai deposito. Pokok maupun bunga deposito baru akan cair pada saat tanggal jatuh tempo.