CIKEMBAR – Dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga, Pemerintah Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) untuk para pelaku pengrajin bambu, Kamis (10/12).
Kepala Desa Kertaraharja, Yati Nurhayati mengatakan, pelatihan dan bimtek ini, merupakan program lanjutan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat tahun 2020, untuk masyarakat pengrajin bambu. “Pelatihan dan bimtek ini, sengaja dilakukan untuk menciptakan warga agar menjadi pengusaha mandiri,” kata Yati kepada Radar Sukabumi, Kamis (10/12).
Bimtek yang diselenggarakan di aula kelompok pengrajin bambu Jaga Alam Lestari, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Kertaraharja itu, telah digagas oleh Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Barat dan bekerjasama dengan dua kelompok pengrajin Desa Kertaraharja. Yakni kelompok pengrajin Jaga Alam Lestari dan kelompok pengrajin Bambu Mutiara Nusantara.
“Tujuan dari peletihan dan bimtek ini, adalah untuk menindaklanjuti pelatihan pertama yang dilakukan Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Barat,” bebernya.
Menurutnya, pemerintah Desa Kertaraharja telah berperan secara maksimal untuk mengajak masyarakat agar ikut serta dalam berkarya membuat kerajinan bambu. Sehingga bimtek teresebut bisa dimaksimalkan oleh warga Desa Kertaraharja. “Peserta yang mengikuti pelatihan dan bimtek ini, ada 10 orang. Mereka ini merupakan hasil seleksi dari peserta yang sebelumnya berjumlah 20 orang,” paparnya.
Pihaknya berharap, seluruh peserta pelatihan dan bimtek ini, memiliki potensi besar untuk produksi kerajinan bambu baik itu kria atau pun craf. Karena Kabupaten Sukabumi itu, memiliki sumber daya alam yang sangat tinggi, di lingkungan Desa Kertaraharja, utamanya.
“Alhamdulillah, hasil dari kreatifias tangan warga yang tergabung dalam wadah kelompok pengrajin bambu yang ada di Desa Kertaraharja itu, pemasarannya bukan hanya di wilayah Sukabumi saja, tetapi juga bisa tembus ke luar daerah. Bahkan, kita juga berencana akan mendorong mengenai hasil karyanya ini, pemesarannya bisa tembus dan menjajaki ke pasar eksport. Sementara, kerajinan yang dibuat saat ini, adalah jenis sangkar burung, produk lampu hias, tempat tisu, gajebo, kursi, meja dan lainnya,” pungkasnya. (Den/d)






