Jajanan Mie Lidi Pencentak Laba,, Modal Rp 5 Juta, Produk Tersebar di Pulau Jawa hingga Sulawesi

“Saya memulai bisnis sejak 2011 bermodalkan Rp 5 juta,”kata salah seorang pemilik Mi Lidi Osyin, Iega kepada Radar Sukabumi, Selasa (17/7). Dibantu temannya, ia menyiapkan konsep selama tiga bulan lamanya.

“Ya, agar lidi kita berbeda dengan lidi-lidian yang di pasaran, saya membuat mi tersebut dengan unik dan varian rasa yang banyak,”tuturnya. Dari segi rasa, dirinya menjamin mi lidi yang diproduksi tanpa bahan pengawet.

“Dan tahan sampai tiga minggu dari segi cita rasa juga dijamin enak,”ulasnya. Meski jajanan jadul, Mi Lidi Osyin sangat laku di pasaran, bahkan sudah tersebar di pulau Jawa hingga Sulawesi. Ia bersyukur produknya sudah dikenal banyak orang.

“Alhmdulillah saya bersyukur kini Osyin sudah tersebar di pulau Jawa hingga Sulawesi tidak hanya di Sukabumi saja,”ujarnya. Sementara itu, agen penjualan sudah ada di banyak titik yakni di Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, Bekasi, Sidoarjo, Lamongan, Sukabumi dan Bandung. Dengan menggunakan strategi seperti itu, omzet yang dihasilkan melesat.

“Dalam sebulan kami berhasil menyebarkan 20 ribu kemasan kepada agen, dengan omzet rata-rata Rp100 juta-200 juta per bulan,”bebernya.

Setiap kemasan dijual seharga Rp 12 ribu. Dengan keuntungan yang dicapai, kini Iega berinovasi agar Osyin makin laku di pasaran. Ia membuat food truck yang dinamai Osyin. Food truck tersebut diisi dengan produk Osyin ditambah kopi, minuman ringan dan makanan ringan yang dijual dari Rp 10 ribu ke atas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.