Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, sektor pariwisata belum terpapar dampak negatif aksi teror.
“Jadi kalau travel advise secara statistik belum banyak mempengaruhi, karena itu memang kewajiban bagi negara itu untuk mengingatkan agar tidak datang ke daerah tertentu di sebuah negara,” katanya.
Arief menjelaskan, travel advice yang dikeluarkan beberapa negara hanya ditujukan ke Surabaya. Beda halnya jika yang dikeluarkan travel banned yang memang ditujukan kepada warga negara untuk tidak bepergian ke Indonesia.
“Contohlah, kalau mau terus terang, yang datang ke Surabaya juga nggak sampai sekian persen, gitu ya. Jadi masih banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi,” cetusnya.
(rmol)



