Sementara pajak e-Commerce dikenakan pada perusahaan yang beroperasi dari luar negeri. Terakhir, pengurangan pajak pada layanan ekspor milik Indonesia dengan menjadikan tarif pajak pertambahan nilai sebesar nol persen untuk menstimulasi sektor tersebut.
Prestasi yang diraih Sri Mulyani ini menuai reaksi beragam. Termasuk dari netizen. Ada yang memuji dan ada yang mencaci. Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli rada nyinyir menanggapi pemberian gelar Menkeu Terbaik kepada Sri Mulyani. Menurut dia, wajar gelar itu diberikan sebab Sri Mul rajin ngutang.
“Sudah tentu, karena memang sangat untungkan mereka. Yield surat utang Indonesia termasuk tertinggi di dunia (8,5 persen) dan rajin bayar utang. Kalau perlu kasih kecil anggaran BNPB atau kasih rendah biaya asuransi bencana, dan lain-lain,” bebernya, kemarin.
Kondisi ini tentu berbeda dengan menkeu-menkeu hebat di negara maju Asia seperti Singapura, Korsel, Jepang dan lainnya yang tidak pernah mendapat hadiah menteri keuangan terbaik. Soalnya, mereka pelit dengan lembaga peminjaman asing.
Pendapat Rizal Ramli diamini sejumlah netizen. “Menkeu=MENTERI KEUTANGAN NEGARA,” komentar @Boy8115. “Dipuji-puji setinggi langit biar bu menkeu ngutang terus ke IMF, bank dunia dll,” sambar @mus_tanjung. “Tukang panci kreditan juga suka muji-muji pelanggannya,” ujar @nyolinyol. Akun @frankasisi juga berpendapat serupa. Dia menyebut Sri Mulyani sebagai sales. “Prestasinya menjadi sales untuk menambah utang Indonesia, nonsense,” katanya.
Sementara, netizen yang memuji Sri Mul di antaranya Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Lewat akun Twitternya, @Lagarde, dia mencuit Sri Mulyani pantas menerima gelar itu. “Congratulation to my dear friend Sri Mulyani Indrawati of Indonesia for being named Finance Minister of the year by The Banker. Well done. Well deserve @KemenkeuRI,” cuitnya, kemarin.





