“Saya perhatikan, sekarang antrian lebih teratur, tidak sepadat dulu. Orang-orang datang sesuai jadwalnya masing-masing. Ini bagus, karena lebih manusiawi buat pasien yang sakit. Tidak semua orang bisa menunggu lama, apalagi yang seperti saya, sudah mudah lelah,” jelas Ujang.
Sebagai peserta JKN yang telah merasakan manfaat fitur ini, Pak Ujang berharap lebih banyak orang mengetahui dan menggunakan layanan antrian online. Menurutnya, masih banyak peserta yang datang langsung ke rumah sakit untuk mengambil nomor antrian tanpa mengetahui bahwa ada cara yang lebih mudah.
“Saya harap BPJS Kesehatan lebih banyak melakukan sosialisasi, terutama untuk orang-orang yang kurang akrab dengan teknologi. Kalau lebih banyak yang pakai antrian online, pelayanan pasti jadi lebih cepat dan nyaman untuk semua,” harapannya.
Selain itu, ia juga berharap BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi baru yang semakin memudahkan pasien. “Mungkin ke depan bisa ada sistem antrian obat yang lebih praktis. Karena saat ini kita juga suka lama menunggu untuk mengambil obat. Kalau semua bisa dipermudah lewat digital, pasien pasti lebih terbantu,” akhirnya.(*)






