Mampu bertahan hidup di musim panas pada suhu hingga 50C maupun salju (mengubur diri setebal dua meter di bawah tanah). Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Ondokuz Mayis di Turki, Universitas Indiana di Amerika Serikat dan Universitas Plymouth.
“Sangat jarang menemukan spesies mamalia baru saat ini,” ungkap Penulis senior Profesor David Bilton, dari University of Plymouth.
Penemuan baru ini membuat jumlah spesies tikus tanah yang tadinya 16 naik menjadi 18 dimana masing-masing memiliki fisik dan karakteristik genetik yang berbeda.(*)






