Pasrah, Warga Ukraina Mulai Gunakan Rubel dan Paspor Rusia

Seorang wanita dari Pasukan Garda Nasional Rusia
Seorang wanita dari Pasukan Garda Nasional Rusia menikmati api untuk menghangatkan dirinya usai menaklukan pasukan Ukraina terowongan pabrik baja Azovstal yang hancur di Mariupol, Sabtu 21 Mei 2022. (foto : Twitter/@IAPonomarenko)

MARIUPOL — Warga sejumlah wilayah Ukraina yang sudah dalam kekuasaan Rusia mulai menggunakan mata uang Rubel dan Paspor Rusia. Di antaranya warga Mariupol, Melitopol, Donbas dan Dnipropetrovsk.

Vadim Romanova (17) dari Mariupol, mengatakan, bergabung dalam negara besar Rusia merupakan salah satu mimpinya yang menjadi kenyataan. “Saya ingin tinggal di Rusia sejak kecil, dan sekarang saya menyadari, saya bahkan tidak perlu pindah ke mana pun,” kata Romanova.

Bacaan Lainnya

Di kota-kota yang diduduki Rusia di Ukraina selatan, orang-orang dengan pandangan pro-Kremlin melakukan penggantian wali kota dan pemimpin lokal lainnya. Sambutan lainnya, Bendera Rusia dikibarkan, dan siaran negara Rusia yang mempromosikan operasi militer Kremlin menggantikan saluran TV Ukraina.

Bahkan mata uang Rubel Rusia digunakan sebagai mata uang resmi kedua di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia. Penggunaan Rubel ini bagian-bagian yang berada di bawah kendali Rusia.

Penggunaan Rubel di antaranya ditunjukkan Pemerintah pro-Rusia dengan menawarkan pembayaran sosial satu kali sebesar 10.000 rubel (sekitar $163) kepada penduduk lokal. Selain itu, Kantor layanan migrasi Rusia dibuka di Melitopol.

Kantor ini menerima aplikasi kewarganegaraan Rusia melalui prosedur jalur cepat yang diperluas Putin ke penduduk wilayah selatan yang direbut. Di Donbas, 700.000 warganya telah menerima paspor Rusia.

Pembuatan Paspor Rusia dilakukan sebagai upaya konsolidasi kota-kota pro Kremlin. Moskow juga membentuk administrasi kota dan menunjuk pejabat pro-Kremlin untuk mengatur pemerintahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan