TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim sedikitnya 560 personel militer Amerika Serikat tewas dan luka-luka dalam serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad, sebagaimana dikutip kantor berita Fars.
Menurut IRGC, pangkalan militer AS di Bahrain diserang dengan dua rudal balistik, sementara pangkalan lain digempur serangan beruntun. Laporan juga menyebutkan empat serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan angkatan laut Bahrain yang diklaim menimbulkan kerusakan serius pada pusat komando.
Selain itu, IRGC menyebut serangan rudal turut menargetkan pangkalan angkatan laut Ali Al-Salem di Kuwait serta fasilitas militer Mohammed Al-Ahmad.
Serangan balasan Iran ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Teheran pada Sabtu, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil.





