Wagner mencatat bahwa ide Trump tersebut telah ditolak oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah dan menekankan bahwa fokus internasional tidak boleh bergeser dari upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan di wilayah kantong Palestina tersebut.
“Anda mungkin juga telah mencatat pernyataan yang disampaikan oleh menteri luar negeri Mesir dan Yordania. Dalam hal ini, saya ingin menegaskan bahwa bagi kami yang paling penting saat ini adalah pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata,” kata Wagner kepada wartawan.
Sebelumnya, pada Sabtu (25/1), Trump memandang sudah saatnya “membersihkan” Jalur Gaza yang terkepung dan merelokasi warga Palestina ke Yordania dan Mesir.
Perang genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina. Selain itu, banyak juga warga terpaksa meninggalkan Gaza dalam kehancuran total.(*)






