Akhir Pencarian Eril, Walikota Bern : Pak Ridwan Kamil, Kota Bern Selalu Terikat Selamanya

Ridwan Kamil di titik tenggelamnya sang putra, Emmeril Kahn Mumtads
BERDUKA: Ridwan Kamil di titik tenggelamnya sang putra, Emmeril Kahn Mumtads, di Sungai Aare, Bern, pada Jumat (10/6).) (DINARSA KURNIAWAN/JAWAPOS.COM)

BERN – Kota Bern, Swiss, akan selamanya terpatri dalam benak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Keluarganya atas kehilangan Eril. Sebuah peristiwa memilukan yang melibatkan putra pertama Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mimtadz, terjadi di ibu kota Swiss tersebut.

Si sulung yang biasa dipanggil Eril itu hanyut terbawa arus Sungai Aare, Bern, pada 26 Mei 2022 lalu, kemudian ditemukan pada empat belas hari kemudian, tepatnya pada Rabu, 8 Juni 2022. Jenazah remaja yang saat meninggal berusia 22 tahun itu dijadwalkan sore ini tiba di tanah air setelah diterbangkan dari Bandara Zurich pada Sabtu (11/6).

Bacaan Lainnya

Kendati jenazah Eril sudah kembali ke Indonesia, dan siap untuk dimakamkan, namun kesedihan yang tertinggal di Bern masih akan terus terasa. Terutama ketika melihat sungai Aare, tempat dimana Eril tenggelam. Bahkan, kesedihan pun dirasakan oleh warga lokal di sana.

Salah seorang warga Bern, Cameron Weisskopf menuturkan, dirinya mendengar kabar sedih tenggelamnya Eril, dan selalu mengikuti perkembangannya. Dia bersyukur akhirnya Eril ditemukan. Di saat bersamaan dia juga merasa pilu, karena Eril diangkat ke permukaan dalam keadaan sudah tak bernyawa. ’’Saya bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarganya (Eril, Red) menghadapi kejadian tersebut,’’ ungkap perempuan yang ditemuai di kawasan Bern Expo tersebut.

Perempuan yang bekerja di sebuah restoran itu pun mengirimkan ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum Eril.

Warga Bern lainnya, Jan Lehmann menuturkan, banyak dari warga kota Bern yang mengikuti perkembangan pencarian tersebut. Dia mengatakan, setiap tahun memang selalu ada sejumlah orang hanyut saat berenang di Aare, namun, kasus Eril tersebut menurutnya spesial, karena mendapatkan banyak perhatian.

’’Sebenarnya Sungai Aare ini tidak terlalu berbahaya. Tapi, memang harus paham kapan boleh berenang, dan harus tahu juga di bagian mana bisa berenang, lalu di bagian mana yang tidak boleh direnangi,’’ ujar pria yang ditemui di Freibad Marizili, kolam renang umum, yang terletak persis di pinggir aliran sungai Aare tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan