Warga Tanjungsari Kembali ‘Diserang’ Gatal-gatal

Lebih lanjut Eman menjelaskan, sejak perusahaan tersebut berdiri pada 2012 lalu, di tengah pemukiman warga, telah menimbulkan debu serta membuat cuaca sekitar menjadi panas. Warga juga menilai bahwa keberadaan aktivitas pertambangan tersebut telah mengganggu ketersediaan air alam. “Warga disini mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Bahkan, air yang sebelumnya bersih dan bening, saat ini sudah menyusut. Seperti mata air di Kampung Surya, air alam yang bersumber dari pohon bambu dan pohon jati kondisinya sudah mengecil. Padahal keberadaan mata air itu sangat dibutuhkan warga,” bebernya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Farhan (20) yang merupakan warga Kampung Surya, Rt (2/5), Kedusunan/Desa Tanjungsari mengatakan, dirinya sudah berlangsung sekitar 1 tahun mengalami penyakit gatal-gatal. Hampir disekujur tubuhnya telah terdapat bintik-bintik merah.

“Udara di sini sudah kotor karena tercemar oleh polusi udara dari aktivitas PT TSS. Belasan warga disini mengalami penyakit gatal di kulitnya. Seperti dibagian tangan, perut, punggung dan paha,” bebernya.

Pihaknya sudah berupaya berulang kali mengobati penyakit gatal dikulit yang dideritanya tersebut, ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jampangtengah. Namun, sayang setelah obatnya habis. Maka, bintik merah itu pasti keluar lagi hingga gatal-gatal. Menurut Farhan, debu hitam itu kerap keluar di malam hari, bahkan terkadang sore hari juga keluar.

Dirinya berharap, agar PT TSS segera mengatasi persoalan tersebut. “Sampai saat ini, belum ada orang pabrik ke warga. Padahal, seharusnya mereka ikut melihat apa dampak yang diakibatkan oleh debu itu. Warga sudah bosan bahkan, merasa kecewa ketika setiap mengadukan masalah ini kepada pemerintah, mereka tidak pernah mendengar keluhan warganya,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diterima koran ini, belasan warga yang terserang gatal-gatal diantaranya, Farhan (20) dan Ramdan (17) warga Kampung Surya, RT 2/5, Wandi (21) warga Kampung Surya RT 1/5, Riki Iskandar (17) warga Kampung Tanjungsari, RT 1/6, Pahmi Idris (15), Ai Nuraeni (14), Atin (35), Dede Purnama (25) warga Kampung Surya, RT 1/5. Sedangkan, warga yang mengidap penyakit Ispa diantaranya, Isah (55), Enan (50), Jua (55), Eke (100) warga Kampung Surya RT 1/5, Nurmansya (30), Mamah (60) warga Kampung Surya RT 2/5, Emis (60) dan Entim (45) warga Kampung Surya, RT 1/5. (cr13/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *