Wabup dan Sekda Kabupaten Sukabumi Kompak Pantau Pencarian PNS yang Hilang Tenggelam

PNS Sukabumi Hilang Tenggelam
MEMANTAU PENCARIAN : Wakil Bupati Iyos Somantri dan Sekda Ade Suryaman serta jajaran saat melakukan pemantauan di pantai Citepus usai PNS Kabupaten Sukabumi Hilang. (foto : Nandi Radar Sukabumi)

SUKABUMI — Usai mengetahui kabar Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Sukabumi  hilang tenggelam di pantai Dolpin, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri dan Sekda Ade Suryaman bersama unsur pejabat lain melakukan pemantauan langsung di Lokasi, Sabtu Sore (10/09/2022).

Disela-sela pemantauan Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri berpesan kepada masyarakat untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Sukabumi. Hal itu sesuai dengan peringatan prakiraan BMKG yang menyatakan bahwa terjadi gelombang tinggi sampai tanggal 16 September 2022

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan informasi BMKG bahwa ombaknya sedang tinggi, jadi tolong kepada pengunjung, jika mau berenang harus melihat kondisi dan situasi, kemudian bertanya kepada penjaga yang ada di pesisir,” ungkap Iyos saat meninjau lokasi kecelakaan laut. Sabtu, (10/9).

“Itu supaya ada batasan-batasan tertentu yang harus diketahui, sebab kalau sudah mandi dilaut tidak terasa waktu, jangan kebablasan, dan selalu hati hati,” sambungnya.

Dijelaskan Iyos, kedatangannya kelokasi kecelakaan laut bersama dengan Sekda untuk melihat situasi pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, Balawista dan Sarda yang turut melakukan pencarian.

“Karena cuaca hujan, jadi pencarian sudah minggir, kita berharap nanti besok mulai turun lagi, dengan harapan tentunya korban segera di temukan dan mudah mudahan dengan keadaan selamat,” jelasnya.

Masih kata Iyos, berdasarkan informasi yang diterimanya korban sedang mengawal anak anaknya berenang di pantai Dolpin Citepus, namun saat sedang berenang tiba tiba kedua anaknya terseret.

Kemudian korban dengan kondisi sedang tidak berenang langsung berupaya melakukan pertolongan hingga akhirnya kedua anaknya berhasil diselamatkan, namun korban tidak bisa diselamatkan.

“Beliau sedang ngasuh anaknya berenang di pantai ini, dua anaknya terseret ke tengah, di kejar oleh beliau di tolong, dalam kondisi tidak bisa berenang, baju lengkap, ada dompet, kunci mobil dan mungkin sepatu, dia lari dan dapatlah ditangkap anak itu, kemudian di pegang kedua anaknya dan di tolong sama teman teman dari Balawista ,basarnas, yang dua dapat. beliau terlepas,” jelasnya.

“Korban bekerja di setda bagian organisasi, kami hadir bersama pak sekda di sini dan pak asisten untuk mengecek kondisi dilapangan, sebagai bukti empati kami terhadap seorang rekan sejawat yang ada di Pemda,” imbuhnya.

Informasi yang sudah di dapat, lanjut Iyos saat ini menjelang malam tim sar gabungan sudah menghentikan pemamtauan karena hujan dan akan dilanjut besok pagi. “Insya allah besok di mulai lagi,” tandasnya. (Cr2/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.