“Jadi kemarin selama 5 hari ke belakang itu adalah sifatnya mandiri, masih mandiri. Tapi sudah dibentuk panitia, kepanitiaan dari desa, ada ketuanya kita masak disana, kita pasok kebutuhan logistiknya dari kecamatan dan dari kabupaten,” imbuhnya.
Kejadian itu, kata Deni terjadi di tempat pengungsian yakni di ruko milik salah satu warga setempat, namun sejauh ini kondisi penyaluran bantuan makanan untuk masyarakat terdampak bencana pergerakan tanah di kampung Gempol masih aman dan kondusif.
“Di ruko milik warga, tempat pengungsiannya memang ruko, alhamdulillah di situ ada ruko memang aman, yang terdampak disana ada 55 kepala keluarga dengan jiwanya terakhir itu 210 jiwa, asalnya 193 jiwa,” jelasnya. “Sebelum sebelumnya memang sarapan biasa, hanya baru tadi pagi, yang sebelum-sebelumnya sarapan biasa, hanya tadi pagi saja,” tandasnya. (ndi/d).






