Vaksinasi Dosis III di Sukabumi Meningkat, Kota 30.6 Persen, Kabupaten 16 Persen

Vaksinasi-Sukabumi

SUKABUMI – Mendekati libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, peminat vaksinasi dosis tiga di Sukabumi kian meningkat. Berdasarkan data yang tercatat dari cakupan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sukabumi misalnya, sampai Senin 18 April 2022, jumlah sasaran yang divaksin sudah mencapai 356.486 orang.

Peningkatan capaian vaksinasi dosis tiga ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya, setelah pemerintah pusat memberlakukan vaksinasi booster menjadi syarat utama untuk mudik Lebaran 2022.

Kepala Bidang (Kabid) Upaya dan Pembiayaan Kesehatan (UPK) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengaku, setelah pemberlakuan syarat vaksin booster untuk para pemudik tingkat capaian vaksinasi meningkat. “Untuk vaksin booster sekarang berada di kisaran lebih dari 16 persen,” akunya kepada Radar Sukabumi, Selasa (19/04).

Ketika disinggung mengenai target capaian vaksinasi harus mencapai 30 persen sebelum lebaran, dirinya mengaku terus melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Polri dan TNI di lapangan. Bahkan, pemerintah desa hingga tingkat RT dan RW pun terus dilibatkan agar capaian vaksin booster tercapai.

“Di beberapa Puskesmas dan beberapa gerai itu sering membuka layanan vaksinasi pada malam hari, tepatnya usai melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah. Kemudian juga kita koordinsai dengan lintas sektor untuk ditingkatkan dalam menggiring massa agar ikut disuntik vaksin,” ujarnya.

Berdasarkan hasil dari evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi dengan pemerintah pusat, menerangkan bahwa Kabupaten Sukabumi itu sudah terbentuk kekebalan kelompok. Hal ini dampak dari pelaksanaan gebyar vaksinasi.

Tetapi dirinya menekankan, agar seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi tetap mentaati protokol kesehatan (prokes) secara ketat, mengingat pandemi belum berakhir. Masyarakat harus selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dan lainnya.

“Saat ini pemerintah pusat menganjurkan, bahkan hingga mewajibkan bagi seluruh warga yang hendak melakukan mudik lebaran harus divaksin booster. Ini dilakukan untuk melengkapi kepercayaan diri kita, bahwa kita sudah membentuk kekebalan kelompok,” tandasnya.

Pihaknya menambahkan, saat ini jumlah paparan warga Kabupaten Sukabumi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinilai sudah melandai. Meski demikian, masyarakat jangan sampai lemah dan tetap mengikuti arahanh dan aturan dari pemerintah dalam menaati protokol kesehatan secara ketat dan juga yang tidak kalah penting bisa menjaga daya tgahan tubuh.

“Seperti kata rosul juga mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur dan kemudikan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Ini bisa menjaga maintence dalam tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit,” pungkasnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Percepatan Penanganan (STPP) Covid-19 Kota Sukabumi, terus menggenjot vaksinasi dosis tiga atau booster menjelang menjelang Hari Raraya Idul Fitri. Hal itu, sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi penularan Covid-19 saat momentum lebaran mendatang.

Juru Bicara STPP Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengatakan, hingga saat ini total cakupan vaksinasi boster sudah mencapai 30.6 persen dari target total sebanyak 269.834. “Jika melihat dari data yang ada, cakupan booster sudah mencapai 30.6 persen. Kami terus berupaya menggenjot pencapaian vaksinasi booster ini,” kata Wahyu kepada Radar Sukabumi, Senin (18/4).

Wahyu membeberkan, capaian vaksinasi untuk Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dosis satu sebanyak 4.823, dosis dua 232.719 dosis dua dan 3.748 dosis tiga. “Sedangkan, capian vaksinasi untuk masyarakat rentan dan umum terdapat 198.154 dosis satu, 147.43`dosis dua dan 67.027 dosis tiga,” bebernya.

Sementara, capian vaksinasi warga lanjut usia (lansia) saat ini sudah mencapai 31.334 dosis satu, 24.500 dosis dua dan 7.189 dosis tiga. “Sementara, remaja terdapat 41.886 dosis satu, 36.160 dosis dua, 829 dosis tiga. Adapun, petugas publik sebanyak 19.659 dosis satu, 14.155 dosis dua, 3.781 dosis tiga,” ucapnya.

Adapun, sambung Wahyu, jumlah vaksinasi anak saat ini sudah mencapai 31.792 dosis satu dan 29.174 dosis dua. “Vaksinasi anak baru sampai dosis dua, dosis tiga atau boster masih nol,” ucapnya.

Disinggung soal perkembangan kasus positif Covid-19, Wahyu menerangkan, saat ini terdapat penambahan tiga kasus positif terpapar virus Coroan dan semuanya masih menjalani isolasi mandiri.

“Dengan adanya penambahan kasus ini, jumlah total positif Covid-19 sebanyak 3.080 dengan rincian yakni, 15 masih menjalani isolasi, 3.058 sudah dinyatakan sembuh dan tujuh meninggal dunia,” pungkasnya. (den/bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.