Untuk mengevakuasi nelayan yang terjebak di dermaga, tim SAR gabungan kesulitan menuju lokasi karena terkendala cuaca, ditambah ketinggian ombak yang mencapai sekitar 2 sampai 3,5 meter dan kecepatan angin 35 knot/jam.
Evakuasi pun membutuhkan waktu yang lama karena dengan kondisi cuaca yang ekstrem dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Evakuasi baru bisa dilaksanakan setelah ketinggian ombak berkurang dan itu pun harus cepat karena ombak besar bisa kembali datang.
Pada proses evakuasi ini sejumlah kapal dan perahu milik Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Polres Sukabumi dan nelayan dikerahkan dan seluruh nelayan yang terjebak berhasil dievakuasi pada Rabu siang.
“Saat ini kami fokus pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang tenggelam,” tambahnya.(*)






