TNGHS: Ada Suara Dentuman Keras Sebelum Banjir Bandang Cicurug

  • Whatsapp
Pemandangan terakhir Air Terjun Citaman yang merupakan hulu sungai Citarik sebelum banjir bandang Cicurug. FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Balai Taman Nasional Gunung Halimun–Salak (TNGHS) Resor Kawah Ratu mengungkap fakta baru terkait banjir bandang yang terjadi di tiga Kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Terungkap bahwa sehari sebelum musibah banjir terjadi, termonitor adanya suara dentuman yang cukup keras.

Kepala Balai TNGHS Resor Kawah Ratu, Gun Gun Ganjar Gunawan mengatakan, sesuai data yang diterima, sehari sebelum terjadinya banjir terdengar dentuman suara yang cukup keras di Jakarta, tetapi di sekitar kaki gunung tidak mendengar suara tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pemicu awalnya itu berawal dari gempa bumi Maret lalu yang mengakibatkan lempengan bebatuan vulkanik bergeser. Ditambah pada saat itu intensitas hujan cukup tinggi,” jelasnya.

Selain itu, penyebab banjir bandang tersebut, dipicu aktivitas Sesar Citarik yang mengakibatkan lempengan tanah bergeser kemudian menutupi bantaran sungai yang berada radius 1 kilometer dari puncak Gunung Salak.

“Sebelum terjadinya banjir bandang, curah hujan dengan intensitas tinggi mencapai 110 Mm dalam waktu yang cukup lama. Kondisi itu mengakibatkan tanah longsor sehingga menutupi aliran air, dan terbentuklah bendungan alamiah,” paparnya.

Menurutnya, intensitas hujan mencapai di atas 100 Mm berimbas di hutan seperti ada titik-titik yang longsor. Sehingga, saat bendungan tidak bisa tertahan, mama air akan dilepaskan dengan membawa material yang dilewatinya seperti tanah, pepohonan, dan bebatuan.

“Ya bisa saja, ada di blok 61 kurang lebih tinggi 150 meter lebar 12 meter ketinggian itu tebing mungkin longsor duluan membendung jadilah air bah yang cukup besar,” pungkasnya. (upi/rs)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *