BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Tiga Wilayah di Desa Sukamekar Sukabumi Diserbu Ratusan Monyet Ekor Panjang

×

Tiga Wilayah di Desa Sukamekar Sukabumi Diserbu Ratusan Monyet Ekor Panjang

Sebarkan artikel ini
Monyet Teror Warga Sukaraja Sukabumi
Segerombolan monyet ekor panjang saat memasuki pemukiman penduduk di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Warga dari tiga ke RW-an yang ada di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dibuat resah dengan segerombolan kawanan monyet jenis ekor panjang.

Kepala Desa Sukamekar, Ernalia kepada Radar Sukabumi mengatakan, serangan ratusan ekor monyet ekor panjang itu, kini semakin meluas. Dimana, pada Agustus 2022 lalu ratusan monyet itu, hanya menyerang pemukiman penduduk di wilayah Pamoyanan Girang. Namun, saat ini mereka menyerang ke wilayah pemukiman di Pamoyanan Kidul dan Cijeruk.

Bank bjb Tandamata

“Iya, pada tahun kemarin hanya satu ke RW-an saja. Namun, sekarang sudah sampai 3 RW. Bahkan, serangan monyet itu sudah hampir memasuki kawasan kantor Desa Sukamekar yang lokasinya berada di atas kantor desa,” kata Ernalia kepada Radar Sukabumi pada Senin (22/05).

Saat kejadian, sambung Ernalia, pemerintah desa sudah berupaya maksimal menyampaikan keluhan warganya yang merasa resah dengan aktivitas kawanan monyet yang memasuki pemukiman penduduk melalui pemerintah Kecamatan Sukaraja dan BPBD serta Damkar Kabupaten Sukabumi.

“Namun sampai sekarang belum ada penanganan yang signifikan. Bahkan, serangan kawanan monyet itu kini semakin membabi buta memasuki pemukiman penduduk,” tandasnya.

Pemerintah Desa Sukamekar mengaku, bingung dalam menyikapi persoalan tersebut. Terlebih lagi, pada satu pekan ini sudah lebih dari dua orang warganya yang menyampaikan keresahan soal aktivitas monyet itu kepada pemerintah Desa Sukamekar. “Kami dan masyarakat, merasa terganggu dengan segerombolan monyet itu,” ujarnya.

Kawanan monyet itu, sambung Ernalia, membuat gaduh warga karena sering kali merusak tanaman penduduk. Seperti jagung, ubi, mangga, pepaya dan tanaman lainnya. Sehingga, tanaman tersebut tidak bisa dipanen oleh masyarakat.

“Serangan monyet itu, jumlahnya bergerombol yah, ada ratusan. Mereka selain merusak tanaman petani juga kerap menaiki genting rumah penduduk dan gedung Ponpes Al-Bayan,” timpalnya.

Serangan ratusan ekor monyet ini, bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Mereka turun gunung hingga memasuki pemukiman penduduk pada saat pagi dan sore hari. Jika dirasa sudah kenyang. Maka, ratusan ekor monyet tersebut akan kembali ke atas gunung.

“Gerombolan monyet liar itu, berasal dari Gunung Gede Pangrango. Mereka memasuki pemukiman penduduk karena diduga candangan pangan untuk makanan kawanan monyet di gunung tersebut, sudah habis atau tempat habitat mereka terancam,” tandasnya.

Hingga sampai saat ini, kata Ernalia, belum ada laporan warga yang diserang secara fisik, tetapi merasa resah karena memang tanaman yang harusnya mereka tanam itu tidak mengalami panen, karena telah dirusak dan dimakan gerombolan hewan itu. Bahkan, kawanan monyet tersebut selain menaiki genting rumah, juga mereka pernah memasuki dapur rumah warga.

“Kemarin saya sudah sempat komunikasi dengan BKSDA dan meminta untuk tindak lanjutnya. Mudah-mudahan ada solusi yang baik yah. Karena, kasihan warga kami,” pungkasnya. (Den)