Terdampak Gempa Cianjur, Warga Sukalarang Sukabumi Ogah Mengungsi ke Tenda Kemensos, Rawan Maling Pak !

Sejumlah warga Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi
SUASANA : Sejumlah warga Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi saat memilih tenda pengungsian yang dibuat seadanya di dekat rumahnya.

SUKABUMI — Ratusan warga Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi yang merupakan daerah terdampak dari guncangan gempa Cianjur, enggan menghuni tenda pengungsian yang disediakan kemensos, asalannya daerahnya rawan pencuri.

Kekhawatiran mereka semakin menjadi setelah empat hari lalu guncangan gempa yang berpusat di Kabupaten Cianjur itu, memporak-porandakan ratusan rumah. Terlebih lagi, pada pada Jumat (25/11) dini hari kembali terjadi gempa susulan dengan kekuatan 4,1 magnitudo.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Bambang Nur Arifin mengatakan, saat ini sedikitnya 400 jiwa warga di Desa Titisan masih tetap bertahan di tenda pengungsian.

“Alasannya, karena warga masih merasa takut akan ancaman gempa susulan yang masih terus terjadi setiap harinya,” kata Bambang kepada Radar Sukabumi pada Jumat (25/11).

400 warga terdampak dari guncangan gempa ini, sambung Bambang, mereka tinggal di sejumlah tenda pengungsian yang beratapkan terpal yang lokasinya dekat dengan rumahnya masing-masing. Padahal, pemerintah sudah menyiapkan tenda pengungsian yang sudah disediakan oleh Kementrian Sosial di Lapangan Gedurahayu.

“400 jiwa ini, tidak memilih tinggal di tenda yang disiapkan Kemensos RI, karena mereka merasa takut akan kehilangan harta bendanya di jarah oleh orang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Pemerintah Desa Titisan, ujar Bambang, sudah berulang kali memberikan imbauan kepada ratusan warga terdampak dari bencana alam itu, untuk menempati tenda yang disediakan oleh Kemensos RI. Namun, faktanya imbauan tersebut tidak diindahkan warga terdampak gempa bumi itu.

Pos terkait