“Keluargapun sudah berusaha mengajukan kepada pemerintah terkait, tetapi hingga saat ini belum kunjung ada bantuan pengobatan maupun yang lainnya,”ungkapnya.
Kendati, beberapa waktu terakhir ini diakui Komariah, banyak yang datang melihat kondisi anaknya. Ditanya apakah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau tidak? Ia menjawab, anggota keluarganya tidak ada yang mendapatkan kartu tersebut. Sehingga untuk pengobatan harus merogok uang dari saku sendiri.
“Kalau punya KIS atau yang lainnya udah pasti anak saya diobati,” akunya.
Masih menurut Komariah, waktu kecil anaknya pernah dibawa ke posyandu. “Waktu itu, katanya anak saya mengidap polio, dari sejak itu belum lagi diobati. Jadi saya belum tau penyakitnya apa,” tuturnya.
Komariah meminta pemerintah, dapat memberi bantuan untuk pengobatan anaknya tersebut. “Mudah-mudahan ke depan pemerintah mau mendengar harapan saya untuk membantu pengobatan anak saya ini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua RT 5/4 Kampung Baru, Titin Susanti menjelaskan, dirinya sudah lama berusaha mengajukan kepada pemerintah setempat. Tapi, belum ada tanggapan serius. “Dari kelurahan sempat ada yang datang untuk melihat kondisi Feri, tapi sampai sekarang belum ada bantuan,” singkatnya. (Cr16/t)





