BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Tempat Wisata Ramai, PSBB Dinilai Tidak Maksimal

SUKABUMI — Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial yang diberlakukan di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, dinilai belum maksimal. Pasalnya, menjelang dan pasca lebaran Idul Fitri tahun ini, masih banyak ditemukan aktivitas warga yang tidak menerapkan protokoler kesehatan. Apalagi, pasca lebaran, banyak warga Sukabumi maupun dari luar daerah Sukabumi yang nekad memasuki kawasan objek wisata alam di wilayah Sukabumi Selatan. Padahal, pada saat pandemi Covid 19, pemerintahan sudah menutup kawasan objek wisata dan melakukan pengawasan di sejumlah titik perbatasan Sukabumi. Namun, faktanya masih saja ada warga dari luar daerah yang memasuki Sukabumi dengan tujuan berwisata.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara mengatakan, penerapan PSBB parsial yang dilakukan pada gelombang pertama maupun kedua di Kabupaten Sukabumi ini, belum maksimal. Hal ini, dapat diketahui dari jumlah peningkatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19 yang mengalami pelonjakan setiap harinya.

“PSBB di Kabupaten Sukabumi ini, tidak efektif berhasil dan ini perlu adanya tindak penegasan agar masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintahan dalam upaya pencegahan dan penyebaran virus corona,” jelas Yudha usai rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (27/5).

Menurut Yudha, fungsi dari PSBB ini untuk menyetop penyebaran virus corona. Namun, dirinya melihat masih banyak aktivitas masyarakat yang tidak menerapkan protokoler kesehatan. “Iya, seperti menjelang lebaran sudah menjadi sebuah tradisi warga untuk datang ke pasar dan berbelanja sembako serta baju lebaran. Sementara, pasca lebaran tingkat kepadatan arus lalu lintas meningkat,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, saat ini garafik kasus virus corona di Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan. Ini terjadi, karena selain banyaknya masyarakat luar yang masuk ke Sukabumi, juga banyak warga Sukabumi yang bekerja diluar daerah atau zona merah pulang mudik ke kampung halamannya. “Kalau tidak ada yang mudik, pasti tidak akan ada lonjakan,” kata Marwan.

Seperti pasca lebaran, di wilayah Kecamatan Tegalbuleud tepatnya di muara Cikaso, telah dipenuh pengunjung dari luar daerah Sukabumi. Mereka mayoritas datang ke lokasi objek wisata alam tersebut dengan menggunakan kendaraan plat B dan D.

Loading...

“Ini seharusnya camat melakukan antisipasi dan komunikasi secepatnya. Jangan sampai kejadian seperti ini. Iya, pimpinan wilayah harus mencermati persoalan ini. Jadi kalau semisal komunikasinya bagus, saya rasa tidak akan seperti ini,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button