BERITA UTAMA

Tabir Gelap Kematian Bocah Jampangkulon, Forensik Cari Jawaban

×

Tabir Gelap Kematian Bocah Jampangkulon, Forensik Cari Jawaban

Sebarkan artikel ini
Petugas mengevakuasi jenazah santri Jampangkulon ke RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri untuk proses autopsi
Petugas mengevakuasi jenazah santri Jampangkulon ke RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri untuk proses autopsi

SUKABUMI – Tabir gelap masih menyelimuti kematian NS (12), seorang santri asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon. Bocah belia itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2) sore, meninggalkan tanda tanya besar yang membuat aparat kepolisian memutuskan melakukan autopsi.

Bank bjb Tandamata

Proses autopsi berlangsung di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Jumat (20/2), selama kurang lebih tiga jam. Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan adanya sejumlah luka fisik yang tidak wajar. “Kami menemukan luka bakar di anggota gerak, mulai dari lengan, kaki kanan, hingga kaki kiri. Selain itu, ada luka di punggung serta area sensitif seperti bibir dan hidung,” jelasnya.

Meski demikian, tim forensik tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Luka luar yang ditemukan secara medis tidak bersifat fatal. Justru kejanggalan muncul saat pemeriksaan organ dalam. “Kami menemukan pembengkakan pada paru-paru korban. Namun, belum diketahui apakah ini akibat penyakit bawaan atau reaksi dari penyebab luar,” tambah dr. Carles.

Tim juga mencatat adanya bekas luka lama di area bibir atas dan dekat hidung, serta memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul. Untuk memperjelas misteri ini, sampel organ vital seperti jantung dan paru-paru dikirim ke laboratorium di Jakarta.