BERITA UTAMANASIONAL

Susur Sungai,  250 Siswa SMP Hanyut, 6 Meninggal, 5 Hilang

SLEMAN – Nasib naas harus dialami oleh empat siswa SMPN 1 Turi, Sleman. Pasalnya, saat menggelar kegiatan susur sungai di Kali Sempor kemarin (21/2) sebagian peserta hanyut terbawa derasnya arus.

Kepala Dusun Dukuh, Desa Donotirto, Kecamatan Turi Sleman Tartono,54 menyatakan, ada 200 lebih peserta kegiatan outbond yang ikut di desa tersebut. Mereka adalah siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Turi.

Dia mengatakan kegiatan outbond digelae sekitar pukul 2 sore. Sementara, untuk kejadian hanyutnya beberapa siswa tersebut diketahui sekitar pukul 3 sore. Adapun kegiatan outbond memang diketahui pihak desa. Namun, kata Tartono, tidak dengan kegiatan susur sungai.

Dia menyatakan, bahwa kegiatan susur sungai merupakan insiatif oleh pihak sekolah yang belum dilaporkan kepada pihaknya. “Susur sungai diluar kegiatan outbond, saya justru malah belum tahu,” ujarnya di loksi kejadian, Jumat (21/2).

Dia menyatakan, saat kegiatan susur sungai, kondisi Sungai Sempor memang belum turun terlalu deras. Tartono menduga, air dengan debit cukup deras datang dari wilayah utara secara tiba-tiba.

Dari penuturan Tartono, Sungai Sempor memiliki kedalaman sekitar 1 – 1,5 meter. Dengan panjang aliran diketahui hingga Gilikerto. Pantauan di lokasi kejadian, saat ini kepolisian, BPBD dan Basarnas tengah melakukan pencarian korban. Cuaca hingga malam hari masih terpantau hujan cukup deras.

lokasi siswa terbawa arus sungai/antaraKepala Basarnas Jogkarta Wahyu Effendi menyatakan pihaknya tengah melakukan penyusuran melalui air dan darat. Total personil yang dilibatkan disebut sebanyak 100 orang. Dia menyatakan, untuk saat ini dinyatakan empat siswa meninggal dunia. Sedangkan enam siswa masih dinyatakan hilang.

Dia menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah terkait apakah enam siswa tersebut benar terbawa arus sungai atau tidak.

Terkait dengan jumlah total siswa yang ikut dalam kegiatan outbond, Wahyu menyatakan ada sebanyak 256 siswa. Dari total peserta 6 siswa dinyatakan ijin, kemudian 6 siswa berada ada di Klinik Swa Desa Donotirto 4 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian, lanjut Wahyu ada 27 siswa sedang berada di Puskesmas Turi. 200 siswa dinyatakan sudah absen. Lalu 1 orang berada di Puri Husada dan 10 siswa lagi dinyatakan sudah lapor.

“Jadi tersisa enam orang yang belum diketahui keberadaanya. Kami tidak tahu apakah mereka terbawa arus atau tidak. Kami terus berusaha mengkonfirmasi pihak sekolah,” ujarnya.

Dikatakan, untuk model pencarian para siswa tersebut akan dilakukan dengan mengikuti alur sungai lalu di darat. Melibatkan personil dari berbagai elemen dan dibagi dari jalur darat serta air. “Untuk kondisi sungai saat ini belum terlalu deras. Kami juga belum menemukan kendala serius,” katanya.

Wahyu menyatakan, untuk siswa yang sedang dalam perawatan di klinik dan puskesmas. Hanya mendapat luka ringan dan saat ini sedang dalam perawatan.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menyatakan, saat ini sudah ada lima siswa yang dinyatakan meninggal. Adapun identitasnya, inisial SA siswa kelas 8, inisial A siswa kelas 7, inisial NA siswa kelas 8 dan siswa inisial L. “Jadi siswa meninggal di RS SWA ada empnat orang,” ujarnya.(inu)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button