“Indonesia sangat jarang, ini very (sangat) unik. Dan kebetulan memang ini persiapan tahun baru. Masyarakat bahkan mengumpul di satu tempat, terbentur puing-puing,” pungkas Tiar.
Sementara PVMBG sendiri hingga kini belum bisa memastikan bahwa tsunami di Selat Sunda akibat dari letusan Gunung Anak Krakatau. Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu di lapangan untuk memastikan penyebabnya.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Wawan Irawan mengatakan, sementara ini pihaknya tidak bisa menyimpulkan tsunami Selat Sunda diakibatkan oleh Gunung Anak Krakatau. Kondisi gunung yang sedang batuk ini perlu dicek. Pasalnya, jika tsunami akibat longsoran itu memerlukan terusan yang cukup besar.
“Tapi yang akan kami cek yakni apakah ada longsoran di tubuh Anak Krakatau sehingga menyebabkan tsunami, itu juga kalau terjadi longsoran perlu yang besar sekali sehingga mengakibatkan tsunami,” kata Wawan di Gedung PVMBG, Bandung, Minggu (23/12). (yes/JPC)




