BERITA UTAMANASIONAL

Soal Tsunami BMKG ‘Lempar Bola Panas’ Ke PVBG, Begini Alasannya

×

Soal Tsunami BMKG ‘Lempar Bola Panas’ Ke PVBG, Begini Alasannya

Sebarkan artikel ini

“Peringatan hanya untuk nelayan dan pelayaran, tidak tsunami. Bukan untuk (masyarakat) di pantai. Untuk informasi supaya kapal kecil tidak berlayar,” kata dia.

Sebagaimana pada asumsi awal, BMKG tidak mengakui terjadinya tsunami di pesisir pantai Banten dan Lampung itu. Berdasarkan catatannya, BMKG meyakini kejadian tersebut adalah gelombang pasang akibat bulan purnama. Namun, setelah mengkaji lebih dalam melalui alat tide gauge, rupanya terdapat anomali pada malam itu.

Bank bjb Tandamata

“Asumsi awal adalah akibat gelombang laut tadi. Tapi di kita juga ada tide gauge yang mencatat pasang surut air laut di pantai. Tiba-tiba ada anomali, kita coba teliti apa itu, gelombang besar. Ternyata yang masuk tadi itu adalah karena akibat tsunami,” terangnya.

Tiar menjelaskan, peringatan dini tsunami sejatinya merupakan konsorsium beberapa instansi dan kelembagaan. Mereka bekerja sama, termasuk untuk memberilan sosialisasi, pemahaman, serta pendidikan kepada masyarakat tentang bencana. Tujuannya, agar masyakarat bisa sadar bencana dan mengurangi korban terdampak.

Sementara itu, BMKG dan PVMBG sama-sama bertugas menyiarkan peringatan dini tsunami. “Alat tadi (pendeteksi tsunami akibat vulkanik) itu terkait dengan PVMBG. Kemarin pas ada letusan (Anak Krakatau) seismograf di sana rusak, itu di luar BMKG,” paparnya.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa tsunami di Selat Sunda yang hingga saat ini telah mengakibatkan 222 korban tewas serta ratusan lainnya hilang dan luka-luka itu adalah bencana yang unik. Dalam satu kejadian, gelombang tsunami dan gelombang pasang menyatu hingga membentuk kekuatan yang besar dengan ketinggian mencapai 0,9 meter.