Simulasi Evakuasi Mandiri Gempa Bumi PMI Kota Sukabumi jadi Replikasi Nasional

  • Whatsapp
Salah satu adegan pada simulasi evakuasi madiri gempa bumi yang dilaksanakan PMI Kota Sukabumi di Lapangan Garuda, Baros. Foto: Fawzy Ahmad / Radar Sukabumi

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Gempa bumi dengan magnitudo 6.2 mengguncang wilayah Kelurahan Baros, Kota Sukabumi pada 25 Agustus 2022. Walhasil, ribuan orang terdampak dan puluhan bangunan rusak berat. Begitulah cuplikan skenario Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana Gempa Bumi di Kelurahan Baros yang digagas oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Minggu (17/1/2021).

Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo mengatakan, kegiatan simulasi ini digelar dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Seperti PMI Jabar, BPBD Kota Sukabumi, aparatur kepemerintahan hingga warga masyarakat setempat di Kelurahan Baros, Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Namun yang menarik dan berbeda adalah simulasi ini digagas terkait dengan pandemi Covid-19. Sehingga pada pelaksanaannya, harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satunya adalah jaga jarak atau physical distancing.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindaklanjut sebelumya, dimana sudah disusun panduan standar operasional prosedur evakuasi mandiri untuk kelurahan, bagaimana peran tugas pokok dan fungsi masing masing komponen di kelurahan pada saat terjadi bencana gempa bumi,” ujar Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo kepada Radar Sukabumi.

Dalam pelaksanaannya dilaksanakan melalui dua skenario kegiatan yang terdiri dari Latihan Meja atau Gladi Ruangan (TTX), serta Drill gladi simulasi Lapangan. Dalam Panduan SOP penanganan evakuasi mandiri ini tetap menjalankan protokol kesehatan seperti penerapan physical distancing, menjaga jarak, menggunakan masker, menjaga kebersihan diri, serta memisahkan orang sehat dengan orang bergejala covid-19 saat melakukan evakuasi.

Selain itu, dalam skenario penempatan pengungsian juga Ada standar, pedoman, protokol kesehatan yang harus dilakukan.

“Pada dasarnya, intinya adalah bagaimana terkait penerapan 3M di tempat pengungsian, Adapun 3M yang dimaksud adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” tandasnya

Ia mengatakan, tempat pengungsian harus bisa diatur kapasitasnya agar para pengungsi tidak berdesakan.serta dilakukan penyekatan pembatasan jaga jarak setiap anggota keluarga.

Lebih lanjut, Suranto juga menjelaskan bahwa nantinya, SOP Simulasi Evakuasi Bencana Gempa Bumi di Kelurahan Baros akan direplikasi secara nasional. Diungkapkannya, ada banyak PMI tingkat kabupaten kota yang menunggu SOP tersebut untuk kemudian diterapkan serupa di daerah masing-masing.

“Ada dari Sumatera, dari pulau Jawa juga ada, dari Kalimantan sampai Sulawesi. Semua ingin mereplikasi SOP yang kami buat. Dan ini atas dasar arahan dari PMI pusat,” tuturnya.

Lantas, mengapa harus Baros yang dipilih kali pertama? Suranto menjelaskan karena Baros adalah salah satu wilayah di Kota Sukabumi yang tepat berada di atas Sesar Cimandiri. “Sehingga Baros menjadi pilot project simulasi ini,” sebutnya.

Dijelaskannya, Kegiatan ini dilaksanakan satu hari efektif ini bertempat di lapangan Garuda Kota Sukabumi dengan dihadiri oleh unsur Muspika, Kelurahan, puskesmas, serta relawan dan masyarakat Baros.Selain itu juga didampingi oleh fasilitator dari PMI Provinsi Jawa Barat dan BPBD kota Sukabumi

“Diharapkan nanti dari Simulasi ini para pihak yang terlibat di kelurahan bisa saling berkoordinasi mengerti akan tupoksinya sesuai dengan SOP yang dibuat, mampu memobilisasi dan memberdayakan kapasitas masyarakat dalam hal tanggap darurat bencana, tuntas suranto. (izo/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *