Selama Pandemi Corona, 11 Ribu Buruh Kabupaten Sukabumi Kena PHK

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP TSK SPSI) Kabupaten Sukabumi menyebutkan bahwa pandemi virus corona tak hanya berdampak pada kesehatan saja, namun pada ekonomi dan ketenagakerjaan. Walhasil, sekira 11 ribu pekerja di Kabupaten Sukabumi kehilangan pekerjaan alias mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua SP TSK SPSI Kabupaten Sukabumi Mochammad Popon mengatakan, jumlah tetrsebt berasal dari data yang terafiliasi dengan SP TSK SPSI. Artinya ada lebih dari 11 ribu buruh atau pekerja di Kabupaten Sukabumi yang ter-PHK berdasar data dari periode Maret hingga akhir Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

“Untuk data yang lebih lengkap ada di dinas, saya kebetulan tidak punya. Yang kami punya hanya data yang berasal dari afiliasi. Dari data yang ada ada lebih dari 11 ribu pekerja yang kena PHK selama corona,” kata Popon kepada Radarsukabumi.com, Rabu (4/11/2020).

Belasan ribu pekerja yang dimaksud Popon berasal dari empat perusahaan, yaitu PT Pratama Abadi Industri Sukalarang, PT Glostar Indonesia (GSI) 1 Cikembar, PT Glostar Indonesia (GSI) 2 Sukalarang, dan PT Paiho. Namun mulai Oktober tahun ini, perusahaan tersebt sudah mulai melakukan perekrutan kembali sebanyak 6 ribu sekian.

“Artinya masih ada kira-kira 5 ribuan yang belum direkrut lagi,” tutur Popon.

Popon menjelaskan, perusahanan beralasan bahwa kebijakan PHK terpaksa dilakukan disebabkan faktor efisiensi lantaran Pandemi corona. Namun kurun satu bulan terakhir, sejumlah perusahaan mulai melakukan pemulihan sehingga para pekerja yang di-PHK mulai direkrut kembali.

“Ya mereka memang umumnya bisa menerima kondisi ini karena haknya dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ada juga perusahaan disamping memberikan hak sesuai ketentuan, juga berkomitmen untuk menerima kembali mereka di saat kondisi normal atau ada rekrutmen kembali. Makanya relatif aman,” pungkas Popon.

(izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *