Ditegaskan Nandang, bukan tidak memperhatikan kondisi sekolahnya yang sangat memprihatinkan ini, namun karena tidak adanya biaya untuk perbaikan, pihaknya terpaksa menggabungkan siswa dan siswimya belajar berdesakan dalam ruangan yang kondisinya masih dianggap layak ditempati.
“Ini mulai ambruk sekitar 2016 lalu hingga kini belum diperbaiki karena kami gak ada biaya, harapannya sih semoga ada upaya perhatian dari pemerintah untuk perbaikan sekolah ini yang rusak ini,” terangnya.
“Jadi ini bisa dibilang sekolah paling tua, selain MTS juga disini ada sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan juga Sekolah Menengah Atas (SMA),” ucapnya.
Sementara itu salah seorang warga Nanan mengatakan, selain tiga ruangan belajar ambruk kondisi bangunan lainnya yang saat ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar juga menurutnya kurang layak, dimana bagian dinding dan atapnya sebagian sudah terlihat rusak.
“Ini juga dikhawatirkan, bisa lihat sendiri kondisinya pada rusak ruangan yang lain juga, mudah mudahan ada perbaikan, kalau dibiarkan bisa semua rusak nantinya bagaimana siswa dan siswinya belajar pasti kan tidak nyaman,” singkatnya. (Cr2/d)






