Satreskrim Polres Sukabumi Amankan Oknum Pelajar Acungkan senjata di Pabuaran

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede
Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede didampingi kasat reskrim AKP Dian Pornomo serta Kanit PPA IPTU Bayu Sunarti saat menunjukan barang bukti.

PALABUHANRATU – Bikin resah warga dengan aksi oknum para pelajar yang mengancung acungkan senjata tajam di wilayah Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, jajaran Polres Sukabumi berhasil amankan 7 ABH (Anak Berhadapan Hukum).

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede didampingi kasat reskrim AKP Dian Pornomo serta Kanit PPA IPTU Bayu Sunarti mengatakan, sebelum ke 7 ABH diamankan aksi yang dilakukan mereka sempat viral videonya dalam salah satu platform media sosial tiktok hingga membuat resah warga Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Dalam video terlihat, ada sekelompok anak-anak yang menggunakan kendaraan bermotor berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam dan menakut nakuti warga yang disekitar yang dilewati oleh konvoi itu,” ujar Maruly.

Sehingga, kata Maruly bergerak dari informasi tersebut tim siber Satreskrim Polres Sukabumi, berkoordinasi dengan jajaran kepolisian polsek setempat untuk melaksanakan profiling, setelahnya langsung dilakukan penyelidikan.

“Dan berhasil diamankan 7 orang anak anak yang berhadapan dengan hukum,” jelasnya.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan terhadap ke-7 ABH dan mereka mengakui dalam keterangannya kepada penyidik bahwa membenarkan akan aksinya sesuai dalam video yang beredar dan sempat membuat warga resah.
“Kagiatan itu katanya dalam rangka untuk melaksanakan aksi tawuran dengan salah satu sekolah yang menjadi lawan mereka katanya, namun berkat kesigapan kepolisian polres Sukabumi melalui satreskrim, dan Polsek setempat segera mengamankan para pelaku dengan barang buktinya,” terangnya.

“Dari hasil pemeriksaan juga mereka mengakui kejadian terjadi 31 Mei 2023 sekira jam 23.00 WIB, itu di seputaran Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.

Lanjut Maruly, terhadap ke 7 ABH yang telah berhasil diamankan tersebut satreskrim menyangkakan pasal 02 Ayat 1 UU nomor 13 tahun 1951 “Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (STBL 1948 No.17) dan Undang Undang RI No 8 tahun 1948 Junto Pasal 55 KUHPidana serta UU nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem peradilan pidana anak dengan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

“Peran para pelaku berbeda beda, ABH 1 berperan membawa pedang, ABH 2 dan ABH 3 membawa cerulit, ABH 4 pemilik senjata tajam, ABH 5 dan ABH 6 pengendara motor dan ABH 7 membawa cerulit,” ucapnya.

Masih kata Maruly, dari ke 7 orang ABH tersebut, 4 orang masing masing merupakan pelajar tingkat SLTP dan SLTA di wilayah kecamatan Pabuaran sementara tiga orang lainnya berstatus DO (Drop Out).

“Untuk barang bukti yang berhasil diamankan, 2 buah cerulit, 1 buah pedang mofivikasi, 1 buah alat yang terbuat dari paralon dan 1 buah gear yang di ikat tali,” bebernya. (Ndi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *