Santri Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim Antusias Mengaji

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Meski baru sebulan didirikan, peminat lembaga Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim (TAFZAK) di Cibolang Girang RT27/RW 06 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi sampai saat ini terus meningkat.

Antusias para orang tua untuk mendaftarkan anak-anak mereka belajar mengaji di majelis taklim yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra tersebut cukup tinggi. Bahkan pantauan Radar Sukabumi, setiap harinya secara terjadwal mereka berbondong-bondong mengikuti pengajian. Kegiatan positif tersebut bertujuan agar para santri terus membaca Al-Qur’an dengan Tartil, Tahsin, Tahfiz, sesuai ilmu tajwid dan kitab.


BELAJAR MENGAJI: Foto bersama ustaz/ustazah dengan para santri Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim di Cibolang Girang RT27/RW 06 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. (Ist)

Pimpinan YPI Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra Ustaz Iim Abdul Karim mengatakan, para santri yang mengaji di lembaga Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim berasal dari rentang usia 4-18 tahun.

“Alhamdulillah antusias para santri maupun orang tua mereka terhadap lembaga ini cukup baik, semangat mereka untuk sama-sama mengaji sangat tinggi. Rata-rata yang belajar mengaji di sini itu adalah para pelajar RA/TK/MI/SD/MA/SMA/SMK,” terang Ustaz Iim Abdul Karim kepada Radar Sukabumi, Rabu (3/2).

Menurutnya, konsep/kurikulum yang dijalankan lembaga ini telah disahkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), dan mendapat peninjauan langsung oleh jajaran Kemenag.

SABAR: Ustaz Iim Abdul Karim sedang mengajar para santrinya di lembaga Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim di Cibolang Girang RT27/RW 06 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/2/2021).

“Rasulullah SAW bersabda: Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara. Pertama mencintai Nabimu, mencintai ahlul baitnya, dan membaca Al-Qur’an karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lingkungan singgasana Allah SWT pada hari ketika ada perlindungan-Nya, mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang yang suci (HR. Ath Thabrani),” tutur Ustaz Iim.

Ia tidak memungkiri bahwa tiga hal dalam mendidik anak itu pada saat ini tidaklah mudah. Karena banyak tantangannya.

“Iya sangat sulit, apalagi pada zaman gadget seperti ini anak-anak bahkan balita sudah sibuk memegang handphone. Kalau orang tua tidak melakukan kontrol secara ketat, bisa berdampak negatif,” paparnya.

Iim bersama sang isteri, Ustazah Eneng Hamilah Sopriatul Badriah bekerja keras membesarkan lembaga ini.

“Di setiap jadwalnya diawali dengan membaca Iqra atau Al-Qur’an sesuai kemampuan santri, Tartil, Tajwid, Tahfiz Al-Qur’an, ditambah penulisan Arab dan hafalan bacaan salat. Kemudian doa-doa, tawasul, salawat dan kitab,” ungkap Ustaz Iim sekaligus pemateri pengajian di Masjid Besar Qubbatul Islam/Kaum Cisaat
itu.

Keberadaan YPI Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra ini diapresiasi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi Hasen, dan jajaran diantaranya Kasubbag TU Agus Santosa, Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Hipni, Kepala Seksi Penyelenggara Syariah Dede Sudanta, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Bahrudin, Kasi Pendidikan Madrasah Oja Haerul Syam, dan Kasi Pendidikan Agama Islam, Maman Hidayat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi Hasen mengatakan, bagi Santri Tahfiz Fathiyyah Zahra Abdul Karim yang sudah selesai tahfiznya tiap juz sesuai dengan ketentuan, maka dikeluarkan sertifikat tahfiz.
“Dengan mendawamkan atau punya hanca membaca Al-Qur’an kehidupan kita akan berkah, Aamin Yaa Rabbal Aalamin,” pungkasnya.(wdy)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *