Riwayat Kawasan Heritage Sukabumi yang Rusak dan Alihfungsi

Eks bangunan Kinder Vacantie

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ketua Yayasan Dapuran Kipahare Irman Firmansyah menolak keras pembangunan bioskop di eks bangunan Kinder vacantie di Jalan Bhayangkara RT 03/04, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Irman memaparkan, akan ada efek domino mengerikan jika projek bioskop tetap dibangun di kawasan heritage Sukabumi itu. Yakni munculnya bisnis-bisnis lain yang berpotensi mengancam keberadaan bangunan heritage lainnya.

Bacaan Lainnya

“Bahkan bukan tidak mungkin kawasan itu akan jadi kawasan bisnis murni yang menghilangkan jejak heritages. Dampak lain tentunya jadi role model bahwa bangunan bersejarah bisa mudah dihilangkan sepanjang belum ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, bangunan bersejarah lain yang belum ditetakan tentu akan terancam,” kata Irman kepada Radarsukabumi.com, Kamis (19/9/2019).

Salah satu upaya untuk mencegah proyek pembangunan yang dianggap salah tempat itu, Irman mengaku akan berupaya untuk menggugah semua pihak, terutama pemangku kepentingan dan pemerintah. Selain itu, beberapa elemen semisal Soekaboemi Heritages dan Sukabumi Facebook pun siap mengadvokasi masalah ini agar menjadi perhatian publik yang serius.

“Saya sudah menghubungi kepala BPCB Banten supaya segera memonitor bangunan-bangunan bersejarah di Kota SUkabumi. Perlu koordinasi dengan berbagai pihak terutama bidang tata ruang dan perizinan sebagai benteng terakhir dalam melindungi kawasan bersejarah,” ujar Irman.

“Dan terakhir harus ada perda yang melindungi bangunan bersejarah secara hukum, tidak hanya yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya tetapi yang belum ditetapkan juga namun mempunyai nilai sejarah dan berpotensi sebagai bangunan cagar budaya,” sambungnya.

Sedikit informasi tentang eks bangunan Kinder Vacantie, Irman menyebutkan bangunan tersebut sudah ada sejak tahun 1884 silam. Saat itu, bangunan berfungsi sebagai tempat pemulihan militer pada tahun 1884 hingga 1898.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1900 berubah menjadi Grandhotel Selabatoe. Saat itu, sejumlah tokoh nasional sempat menginap seperti Pakubuwono X. Hotel itu juga dilengkapi sanatorium yang menjadi buruan orang Malaysia dan Singapura.

Lalu pada tahun 1902, barulah didirkan Kinder Vacantie atau taman kanak-kanak Belanda. Namun sayangnya pada 1942 bangunan tersebut hancur lantaran terkena serangan bom dari pesawat Jepang.

Pasca agresi militer Jepang, bangunan eks Kinder Vacantie yang rusak diperbaiki dan kembali difungsikan sebagai kegiatan internal misi Kristen, termasuk Oikumene.

“Dan mirisnya, tahun ini bangunan bersejarah itu bakal dibangun bioskop,” tutur Irman.

Irman menyebutkan, ada sejumlah kawasan warisan cagar budaya sejarah yang masih dapat dilihat keberadan dan orisinalitasnya di Kota Sukabumi. Walaupun ada beberapa bangunan yang tidak utuh dan rusak, seperti yang ada di sepanjangan Jalan Bhayangkara, Perumahan Kota Paris Wetan dan Kulon yang cenderung sudah berubah tak menyisakan kawasan sejarahnya.

“Daerah sekitar balaikota sebenarnya potensial juga untuk kawasan heritages sayangnya perubahan fungsi menjadi kafe, toko dan lainnya merubah wilayah tua tesebut menjadi semacam Kemangnya Sukabumi dibandingkan sebagai kawasan kota tua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Irman mengungkapkan ada sejumlah kawasan heritage di Sukabumi yang dirusak dan dialihfungsikan. Seperti di sebelah eks bangunan Kinder Vacantie, konstruksi hotel yang belum selesai yang dibangun di atas reruntuhan bangunan lama.

Lalu ada kawasan pusat kota sudah yang terdapat banyak bangunan bersejarah yang berubah fungsi dan bentuk atau hancur karena perkembangan kota.

“Tak hanya bangunan kuburan kuno juga banyak yang hilang seperti kuburan di basement Garden City atau di atas Supermall, ada lagi di belakang Shopping. Mereka para kokolot pendiri kota Sukabumi. Di Degung sekitar asrama polisi juga akhirnya didirikan kantor Samsat baru di atas bagunan lama, bisa jadi rumah-rumah bersejarah disekitarnya juga akan hilang lambat laun seiring waktu,” pungkasnya.

(izo/rs)

Timeline sejarah eks bangunan Kinder Vacantie Sukabumi:

– 1884-1898 Tempat Pemulihan Militer

– 1900 Grandhotel Selabatoe

– 1902 diidrikannya Kinder Vacantie Koloni

– 1942 terkena serangan bom pesawat jepang

– 2019 rencana dibangun bioskop


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *