“Saya bersama Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi telah mendampingi PVMBG. Iya, petugas baru mengambil foto visual saja melalui drone. Nanti informasinya akan ditindak lanjuti lagi sama tim dari PVMBG,” bebernya.
Untuk mengantisipasi bencana susulan, sambung Ofieq, BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Muspika Kecamatan Gegerbitung, telah menyarankan kepada warga setempat, khususnya petani agar lahan pesawahan tersebut, untuk sementara waktu tidak ditanami padi.
“Lahan pertanian yang terdampak dan terancam dari pergerakan tanah yang mahkotanya menyerupai tapal kuda itu, ada seluas sekitar 1 hektare. Iya, kita sarankan untuk dialihkan pertaniannya kepada sektor palawija. Seperti mentimun, pisang dan kacang,” pungkasnya. (Den/t)






